Bimtek Implementasi Katalog Elektronik Versi 6: Praktik Mini Kompetisi bagi Pokja Pemilihan, PP, dan PPK

Transformasi pengadaan barang dan jasa pemerintah terus mengalami percepatan seiring dengan penguatan sistem digital nasional. Salah satu tonggak penting dalam transformasi ini adalah hadirnya Katalog Elektronik Versi 6 (E-Katalog V6) yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Versi terbaru ini tidak hanya menyempurnakan fitur teknis, tetapi juga memperkenalkan pendekatan pengadaan yang lebih kompetitif, transparan, dan akuntabel melalui mekanisme mini kompetisi. Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat langsung dalam pengadaan, seperti Pokja Pemilihan, Pejabat Pengadaan (PP), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pemahaman mendalam mengenai implementasi E-Katalog V6 menjadi kebutuhan yang tidak dapa...

Lanjutkan membaca

Penyusunan SSH dan ASB Berbasis Standarisasi Harga untuk Mewujudkan Anggaran yang Efektif dan Efisien

Penyusunan Standar Satuan Harga (SSH) dan Analisis Standar Belanja (ASB) berbasis standarisasi harga menjadi pondasi penting dalam mewujudkan penganggaran yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel di lingkungan pemerintah daerah. SSH dan ASB bukan hanya dokumen pelengkap perencanaan, melainkan instrumen strategis yang memungkinkan pemerintah menghilangkan pemborosan, menyelaraskan kebutuhan dengan kemampuan anggaran, serta menciptakan konsistensi harga antar‐kegiatan dan antar‐perangkat daerah. Di tengah tuntutan transparansi publik, keterbatasan fiskal, dan tata kelola pemerintahan yang semakin modern, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan proses penyusunan SSH dan ASB dengan pendekatan yang berbasis standar, data, dan metodologi perhitungan yang jelas. Artikel pilar ini membahas secar...

Lanjutkan membaca

Cara Efektif Meningkatkan Indeks SPBE Pemerintah Daerah Tahun 2025

Indeks SPBE telah menjadi salah satu indikator utama keberhasilan transformasi digital pemerintah. Setiap pemerintah daerah dituntut untuk mampu memenuhi standar nasional yang ditetapkan dalam Perpres 95/2018, PermenPANRB 59/2020, serta Arsitektur SPBE Nasional. Tidak hanya untuk memenuhi penilaian, tetapi juga untuk menghadirkan tata kelola digital pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan terintegrasi. Tahun 2025 membawa tantangan baru bagi daerah: meningkatnya standar penilaian, tuntutan integrasi layanan publik, konsolidasi data, serta percepatan penggunaan teknologi yang berkesinambungan. Oleh karena itu, pemerintah daerah membutuhkan strategi yang tidak hanya konseptual, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata. Artikel ini membahas langkah-langkah efektif untuk meningk...

Lanjutkan membaca

Strategi Penyusunan Arsitektur SPBE Daerah yang Sesuai Standar Nasional

Transformasi digital pemerintah tidak dapat berjalan efektif tanpa fondasi teknis yang terstruktur. Salah satu fondasi paling penting adalah Arsitektur SPBE Daerah, yaitu kerangka yang menggambarkan hubungan antarproses bisnis, data, layanan, aplikasi, dan infrastruktur teknologi informasi di lingkungan pemerintahan daerah. Penyusunan arsitektur ini wajib merujuk pada standar nasional sesuai ketentuan Perpres 95/2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, Arsitektur SPBE Nasional, dan berbagai regulasi pendukung lainnya. Pemerintah daerah juga perlu memahami tata cara penyusunan arsitektur yang baik demi menghindari pengembangan aplikasi secara silo dan pemborosan anggaran. Artikel ini mengulas secara lengkap strategi penyusunan, komponen wajib, contoh penerapan, hingga panduan...

Lanjutkan membaca

Bimtek Implementasi SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik)

Transformasi digital pemerintahan bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat proses administrasi, menekan biaya operasional, serta memperkuat akuntabilitas kinerja. Indonesia telah menetapkan SPBE — Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik — sebagai pendekatan terintegrasi untuk mendorong tata kelola elektronik yang efisien, aman, dan berkualitas. Namun, implementasi SPBE tidak bisa berjalan otomatis. Dibutuhkan kesiapan SDM, tata kelola, regulasi internal, integrasi aplikasi, hingga keamanan data yang kuat. Di sinilah Bimtek Implementasi SPBE memainkan peran penting, terutama bagi pemerintah daerah yang ingin meningkatkan Indeks SPBE secara signifikan. Kons...

Lanjutkan membaca

Strategi Pengelolaan Kontrak Pemerintah yang Transparan dan Akuntabel

Pengelolaan kontrak merupakan salah satu elemen paling kritikal dalam siklus Pengadaan Barang/Jasa (PBJ). Kontrak adalah dasar hubungan hukum antara penyedia dan pemerintah, sehingga keberhasilannya sangat memengaruhi kualitas output, serapan anggaran, hingga kepuasan publik. Namun dalam praktiknya, banyak kontrak pemerintah mengalami deviasi, keterlambatan, hingga permasalahan hukum akibat lemahnya perencanaan, pengawasan, dan kontrol kualitas. Artikel ini memberikan panduan komprehensif mengenai strategi pengelolaan kontrak pemerintah yang transparan dan akuntabel, lengkap dengan studi kasus, tabel, rekomendasi praktis, dan referensi regulasi. Artikel ini juga terhubung dengan materi tentang pengadaan, yaitu ⭐

Lanjutkan membaca

Teknik Penyusunan RUP yang Efektif untuk Pemerintah Daerah

Rencana Umum Pengadaan (RUP) merupakan tahap awal dan paling strategis dalam proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Di pemerintah daerah, penyusunan RUP yang berkualitas bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga menjadi kunci keberhasilan pengelolaan anggaran dan pencapaian target pembangunan daerah. Mulai tahun 2025/2026, pemerintah pusat melalui LKPP menekankan bahwa RUP harus disusun: Lebih awal Lebih akurat Lebih terukur Lebih transparan Terintegrasi dengan dokumen perencanaan seperti RKPD, Renstra, dan KUA-PPAS Melalui penyusunan RUP yang efektif, pemerintah daerah dapat mencegah keterlambatan pengadaan, mengurangi risiko pembor...

Lanjutkan membaca

Bimtek Pengadaan Barang dan Jasa: Panduan Lengkap 2025/2026 untuk Pemerintah Daerah

Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (PBJ) merupakan salah satu pilar terpenting dalam tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Pengelolaan PBJ tidak hanya menyangkut proses pembelian barang atau penunjukan penyedia jasa, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas pelayanan publik, efisiensi anggaran, serta pencapaian tujuan pembangunan daerah. Memasuki periode 2025/2026, dinamika regulasi, digitalisasi sistem, perubahan pola kerja, hingga peningkatan pengawasan menjadikan kebutuhan penyelenggaraan Bimtek Pengadaan Barang dan Jasa semakin tinggi. Pemerintah daerah dituntut memiliki SDM PBJ yang kompeten, memahami sistem elektronik, serta mampu mengelola proses pengadaan secara end-to-end sesuai prinsip value fo...

Lanjutkan membaca