PELATIHAN PEMERINTAH

Penyusunan SSH dan ASB Berbasis Standarisasi Harga untuk Mewujudkan Anggaran yang Efektif dan Efisien

Penyusunan Standar Satuan Harga (SSH) dan Analisis Standar Belanja (ASB) berbasis standarisasi harga menjadi pondasi penting dalam mewujudkan penganggaran yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel di lingkungan pemerintah daerah. SSH dan ASB bukan hanya dokumen pelengkap perencanaan, melainkan instrumen strategis yang memungkinkan pemerintah menghilangkan pemborosan, menyelaraskan kebutuhan dengan kemampuan anggaran, serta menciptakan konsistensi harga antar‐kegiatan dan antar‐perangkat daerah.

Di tengah tuntutan transparansi publik, keterbatasan fiskal, dan tata kelola pemerintahan yang semakin modern, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan proses penyusunan SSH dan ASB dengan pendekatan yang berbasis standar, data, dan metodologi perhitungan yang jelas. Artikel pilar ini membahas secara lengkap bagaimana penyusunan SSH dan ASB seharusnya dilakukan, manfaat strategisnya, tantangannya, contoh kasus nyata, hingga rekomendasi penerapan terbaik untuk menghasilkan anggaran yang tepat sasaran.


Daftar Isi

Pengantar: Pentingnya Standarisasi Harga dalam Penganggaran Pemerintah

Standarisasi harga menjadi kebutuhan mendesak di hampir seluruh pemerintah daerah. Tanpa standar yang jelas, proses penganggaran rawan mengalami:

  • Ketidakwajaran harga antar-perangkat daerah

  • Biaya kegiatan yang menggelembung

  • Ketidakseragaman analisis kebutuhan

  • Penilaian efektivitas kegiatan yang sulit dilakukan

  • Pengawasan internal dan eksternal yang tidak optimal

SSH dan ASB menjadi alat yang sangat strategis untuk mengatasi masalah tersebut. Keduanya menjadi landasan dalam penyusunan RKA, penyusunan anggaran, hingga monitoring dan evaluasi. Dengan kata lain, kualitas SSH dan ASB menentukan kualitas anggaran.

Bimtek Yang Terkait

  1. Panduan Praktis Penyusunan SSH untuk Pemerintah Daerah

  2. Langkah Teknis Menyusun ASB yang Akurat dan Berbasis Kinerja

  3. Perbedaan SSH, HSPK, SBU, dan ASB: Penjelasan Lengkap untuk Perencana

  4. Contoh Format Penyusunan SSH dan ASB: Template Siap Pakai

  5. Strategi Pengendalian Anggaran Daerah Melalui Standarisasi Harga


Apa Itu SSH dan ASB?

Pengertian SSH

Standar Satuan Harga (SSH) adalah kumpulan harga satuan dari barang dan jasa yang menjadi acuan umum dalam penyusunan anggaran. SSH mengatur harga paling wajar berdasarkan survei pasar, standar nasional, dan ketetapan pemerintah.

SSH digunakan untuk:

  • Menyusun kebutuhan barang secara konsisten

  • Menjadi referensi dalam RKA perangkat daerah

  • Menjamin keseragaman harga antara PD

  • Menghindari harga yang tidak wajar atau markup

Pengertian ASB

Analisis Standar Belanja (ASB) adalah standar biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu kegiatan. ASB menghitung kebutuhan anggaran berdasarkan variabel input, output, dan standar aktivitas.

ASB digunakan untuk:

  • Menilai kewajaran belanja kegiatan

  • Mencegah pemborosan anggaran

  • Memberi batasan pagu wajar untuk setiap jenis kegiatan

  • Mengaitkan anggaran dengan kinerja

Dengan demikian, SSH menjadi dasar harga satuan, sedangkan ASB menjadi dasar harga kegiatan.


Landasan Hukum Penyusunan SSH dan ASB

Penyusunan SSH dan ASB memiliki dasar hukum yang kuat, antara lain:

  • Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang penyusunan APBD

  • Perpres mengenai pengadaan barang/jasa

  • Kebijakan penilaian kewajaran belanja

  • Standar regulasi tentang biaya masukan kegiatan

  • Pedoman pengelolaan keuangan daerah berbasis kinerja

Keberadaan regulasi menjadi penting karena proses standarisasi harga dan belanja harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan administrasi.


Tujuan dan Manfaat Penyusunan SSH dan ASB Berbasis Standarisasi Harga

Berikut manfaat strategis yang diperoleh pemerintah daerah:

1. Mengurangi Risiko Mark-up Harga

Dengan adanya standar harga, perangkat daerah tidak bisa memasukkan harga lebih tinggi dari nilai pasar.

2. Membuat Anggaran Lebih Efektif dan Tepat Sasaran

Perhitungan belanja mengikuti standar aktivitas dan output yang ingin dicapai.

3. Memperkuat Transparansi dan Akuntabilitas

SSH dan ASB memudahkan auditor BPK, Inspektorat, hingga masyarakat dalam menilai kewajaran anggaran.

4. Mempercepat Proses Penyusunan Anggaran

Penyusunan RKA menjadi lebih cepat karena PD tinggal mengacu pada harga dan standar yang sudah tersedia.

5. Mengurangi Potensi Konflik dan Ketidakwajaran Antar-PD

Semua pihak menggunakan standar yang sama sehingga tidak ada perbedaan harga antar perangkat daerah.


Prinsip-Prinsip Penyusunan SSH dan ASB

Berikut prinsip utama yang harus diterapkan:

1. Rasional dan Wajar

Harga harus mengikuti data pasar, survei, dan norma kewajaran.

2. Akuntabel

Setiap angka harus bisa dibuktikan sumbernya.

3. Mengikuti Standar Teknis Nasional

Termasuk SNI, Permendagri, dan regulasi presisi lainnya.

4. Berbasis Data dan Evidence

Tidak boleh berdasarkan perkiraan atau kebiasaan semata.

5. Konsisten dan Terintegrasi

SSH dan ASB harus selaras dengan HSPK, SBU, dan analisis belanja lainnya.


Proses Penyusunan SSH Berbasis Standarisasi Harga

Berikut tahapan yang umum digunakan dalam penyusunan SSH:

1. Identifikasi Kebutuhan Barang

Tim mengidentifikasi barang yang diperlukan oleh perangkat daerah.

2. Pengelompokan Barang

Barang dikelompokkan berdasarkan kategori seperti:

  • ATK

  • Peralatan elektronik

  • Bahan bangunan

  • Perlengkapan kebersihan

  • Dan seterusnya

3. Survei Harga

Survei dapat dilakukan melalui:

  • Survei langsung ke pasar

  • Marketplace yang kredibel

  • Toko penyedia barang pemerintah

  • Referensi katalog sektor/sekolah

  • Harga historis

4. Analisis Harga Wajar

Menggunakan metode:

  • Harga rata-rata

  • Harga pembanding

  • Rentang bawah-atas (min-max)

5. Penyusunan Dokumen SSH

Berisi:

  • Nama barang

  • Spesifikasi teknis

  • Harga satuan

  • Sumber harga

  • Tahun penyusunan

6. Verifikasi dan Validasi

Dilakukan oleh TAPD atau tim teknis.


Proses Penyusunan ASB Berbasis Standarisasi Harga

Tahapan penyusunan ASB antara lain:

1. Identifikasi Jenis Kegiatan

Contoh: pelatihan, rapat, monitoring, perjalanan dinas, penyusunan dokumen.

2. Penentuan Variabel Input

Misalnya:

  • Jumlah peserta

  • Lama kegiatan

  • Volume aktivitas

3. Penetapan Output

Contoh output:

  • Terlaksananya bimtek

  • Terbitnya dokumen

  • Terlaksananya rapat koordinasi

4. Analisis Biaya

Dengan menggunakan:

  • SSH sebagai dasar harga

  • SBU/Biaya perjalanan

  • HSPK untuk kegiatan teknis tertentu

5. Menentukan Standar Belanja

Contoh model:

Biaya Pelatihan = (Jumlah Peserta x Konsumsi Harian x Lama Hari) + Narasumber + Sewa Ruang + Peralatan

6. Validasi dan Finalisasi

Diperiksa oleh TAPD dan disahkan kepala daerah.


Tabel Contoh Struktur SSH

Kode Barang Nama Barang Spesifikasi Harga Satuan Sumber Harga Tahun
001-ATK Kertas A4 80 gsm Rp 50.000 Survei Toko A, Marketplace B 2025
002-ELK Laptop i5, 8GB, SSD 512 Rp 9.500.000 Marketplace 2025
003-KBR Cairan pembersih 5 liter Rp 35.000 Survei lokal 2025

Tabel Contoh Struktur ASB

Jenis Kegiatan Variabel Rumus Perhitungan Standar Biaya
Bimtek 2 Hari 30 peserta (Konsumsi × peserta × 2 hari) + narasumber + sewa ruangan Rp 45.000.000
Rapat Koordinasi 15 peserta Konsumsi × peserta Rp 3.000.000
Penyusunan Dokumen 1 dokumen Tenaga ahli × waktu Rp 12.000.000

Penyusunan SSH dan ASB berbasis standarisasi harga untuk mewujudkan anggaran pemerintah yang efektif, efisien, akuntabel, dan transparan.

Contoh Kasus Nyata: Ketidakwajaran Harga dan Solusi ASB-SSH

Kasus: Harga Laptop Berbeda Antar-PD

Di sebuah pemerintah daerah, ditemukan bahwa harga laptop:

  • Dinas A menganggarkan Rp 12.000.000

  • Dinas B menganggarkan Rp 8.500.000

  • Dinas C menganggarkan Rp 10.000.000

Padahal spesifikasinya sama.

Masalah:

  • Tidak ada standar harga baku

  • Survei dilakukan berbeda-beda

  • Rawan temuan audit

Solusi melalui SSH:

  • Menetapkan standar harga laptop Rp 9.500.000 berdasarkan rata-rata 5 sumber

  • Semua PD wajib mengikuti standar ini


Tantangan dalam Penyusunan SSH dan ASB

Beberapa kendala yang sering muncul:

1. Keterbatasan Data dan Survei

Harga berubah cepat, khususnya elektronik.

2. Kurangnya SDM Teknis

Tim penyusun tidak semua menguasai analisis biaya.

3. Perubahan Regulasi yang Cepat

Permendagri tentang APBD sering diperbarui.

4. Tekanan Waktu Penyusunan

Penyusunan dilakukan bersamaan dengan penyusunan anggaran.

5. Koordinasi Antar-PD

Setiap PD memiliki kebutuhan berbeda sehingga penyelarasan tidak mudah.


Strategi dan Rekomendasi Penerapan Terbaik

1. Gunakan Data Multi-Sumber

Jangan hanya 1 atau 2 toko.

2. Terapkan Sistem Digital

Gunakan aplikasi penyusunan harga agar lebih cepat dan mudah.

3. Menggunakan Metode Statistik

Seperti median, rata-rata, dan rentang.

4. Melibatkan Ahli Teknis dan Auditor

Agar standar lebih akurat.

5. Pembaruan Minimal 1 Tahun Sekali

Karena harga barang setiap tahun berubah.


Hubungan SSH, ASB, SBU, HSPK, dan Anggaran Berbasis Kinerja

Dokumen Fungsi Keterkaitan
SSH Harga satuan barang/jasa Dipakai dalam ASB & HSPK
ASB Harga kegiatan Menggunakan SSH dan SBU
HSPK Harga standar pekerjaan Mendukung kegiatan konstruksi
SBU Biaya perjalanan/ jasa Digunakan pada ASB tertentu

Seluruhnya saling terhubung dalam membentuk anggaran berbasis kinerja.


Dampak Penyusunan SSH dan ASB terhadap Efektivitas dan Efisiensi Anggaran

Efektivitas

  • Kegiatan berjalan sesuai output

  • Tidak ada pemborosan

  • Kinerja meningkat

Efisiensi

  • Biaya lebih tepat

  • Penghematan signifikan

  • Konsistensi harga antar kegiatan

Contoh:
Setelah menggunakan ASB, sebuah kabupaten berhasil menghemat Rp 7 miliar dari belanja pelatihan yang sebelumnya tidak standar.


Implementasi di Daerah: Studi Penerapan

Beberapa daerah yang telah menerapkan standarisasi harga menunjukkan hasil berikut:

  • Penurunan 10–20% pada belanja operasional

  • Meningkatnya ketepatan RKA

  • Audit BPK lebih mudah

  • Pengawasan internal lebih cepat

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa SSH dan ASB berperan besar dalam meningkatkan kualitas tata kelola anggaran daerah.


FAQ

1. Apa perbedaan SSH dan HSPK?

SSH berisi harga barang/jasa, sedangkan HSPK berisi harga pekerjaan konstruksi atau aktivitas teknis tertentu.

2. Berapa kali SSH harus diperbarui?

Idealnya setiap tahun, mengikuti perubahan harga pasar.

3. Siapa yang menyusun ASB?

Tim teknis pemerintah daerah, melibatkan Bappeda, BPKAD, dan perangkat daerah.

4. Apa manfaat utama ASB?

Untuk menentukan kewajaran biaya kegiatan berdasarkan input dan output.

5. Apakah ASB wajib dipakai setiap PD?

Ya, karena menjadi standar belanja daerah.

6. Bolehkah PD menggunakan harga berbeda dari SSH?

Tidak boleh, kecuali ada kondisi khusus dan mendapat persetujuan.

7. Apakah SSH berlaku untuk pengadaan barang/jasa?

SSH adalah referensi harga untuk penyusunan anggaran, bukan harga pengadaan. Pengadaan tetap mengikuti regulasi PBJ.


(CTA)

Segera hubungi tim kami untuk mendapatkan jadwal terkini pelatihan resmi Penyusunan SSH dan ASB serta pendampingan penyusunan standar harga daerah yang profesional dan sesuai regulasi terbaru.

author-avatar

Tentang PSKN

PUSAT PENGEMBANGAN SDM DAN TEKNOLOGI INFORMASI ( TI ) TERBAIK YANG TERLETAK DI KOTA JAKARTA PUSAT

Tinggalkan Balasan