PELATIHAN BUMN/BUMD, PELATIHAN PERUSAHAAN

Training ISO 31000: Panduan Praktis Membangun Manajemen Risiko yang Efektif dan Terintegrasi

Manajemen risiko telah berkembang menjadi bagian penting dalam tata kelola organisasi modern. Risiko tidak lagi hanya dipandang sebagai potensi kerugian, tetapi sebagai bagian dari ketidakpastian yang perlu dipahami dan dikelola agar organisasi mampu mencapai tujuan secara berkelanjutan.

Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks, perusahaan, BUMN, BUMD, lembaga pemerintah, rumah sakit, BLUD, lembaga pendidikan, hingga organisasi lainnya menghadapi berbagai risiko yang saling berkaitan. Risiko strategis dapat berhubungan dengan risiko operasional, risiko keuangan dapat dipengaruhi oleh risiko supply chain, sedangkan risiko teknologi dapat berkembang menjadi risiko reputasi maupun risiko kepatuhan.

Kondisi tersebut membuat organisasi membutuhkan pendekatan manajemen risiko yang sistematis, terstruktur, dan dapat diterapkan pada berbagai tingkatan.

Salah satu referensi penting dalam pengembangan manajemen risiko adalah ISO 31000.

Di Indonesia, Badan Standardisasi Nasional atau BSN mencantumkan SNI ISO 31000:2018 – Manajemen risiko — Pedoman sebagai standar yang berlaku. BSN juga mencantumkan berbagai standar terkait, termasuk SNI ISO/TR 31004 mengenai panduan implementasi SNI ISO 31000 dan SNI ISO 8849:2019 mengenai kompetensi sumber daya manusia dalam implementasi SNI ISO 31000.

Karena itu, Training ISO 31000 dapat menjadi program strategis untuk membantu organisasi membangun pemahaman bersama mengenai prinsip, kerangka kerja, proses, assessment, mitigasi, monitoring, dan pengambilan keputusan berbasis risiko.

Daftar Isi

Apa Itu Training ISO 31000?

Training ISO 31000 adalah program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan prinsip dan pedoman manajemen risiko berdasarkan ISO 31000.

ISO 31000 memberikan pendekatan umum untuk pengelolaan risiko yang dapat disesuaikan dengan berbagai organisasi dan konteks. BSN menjelaskan bahwa SNI ISO 31000:2018 merupakan pedoman manajemen risiko yang dapat digunakan untuk berbagai jenis organisasi dan aktivitas.

Dengan demikian, Training ISO 31000 tidak hanya relevan bagi perusahaan yang memiliki unit Risk Management.

Program ini juga dapat bermanfaat bagi:

  • Direksi dan manajemen.
  • Risk Management Officer.
  • Risk Owner.
  • Internal Audit.
  • Compliance.
  • Finance.
  • Human Capital.
  • Procurement.
  • IT.
  • Project Management.
  • Quality Management.
  • Legal.
  • Corporate Secretary.
  • Business Process Owner.
  • Supervisor dan Manager.

Tujuan akhirnya adalah membangun kemampuan organisasi untuk memahami risiko sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan.

Mengapa ISO 31000 Penting bagi Organisasi?

Organisasi selalu menghadapi ketidakpastian.

Ketidakpastian tersebut dapat berasal dari faktor internal maupun eksternal.

Contohnya:

  • Perubahan regulasi.
  • Perubahan teknologi.
  • Kondisi ekonomi.
  • Perubahan kebutuhan pelanggan.
  • Persaingan bisnis.
  • Gangguan supply chain.
  • Kegagalan sistem.
  • Cybersecurity.
  • Fraud.
  • Keterbatasan SDM.
  • Kegagalan proyek.
  • Krisis reputasi.
  • Bencana.
  • Perubahan strategi bisnis.

Jika risiko tidak dikelola dengan baik, dampaknya dapat mengganggu pencapaian tujuan organisasi.

BPKP dalam regulasinya juga menggunakan definisi risiko yang merujuk pada ISO 31000:2018, yaitu risiko sebagai efek dari ketidakpastian terhadap pencapaian sasaran organisasi. BPKP menjelaskan manajemen risiko sebagai aktivitas terkoordinasi untuk mengelola dan mengendalikan organisasi terkait risiko yang dihadapinya.

Artinya, manajemen risiko seharusnya tidak berdiri sendiri.

Risiko perlu dihubungkan dengan:

Strategi → Sasaran → Proses Bisnis → Risiko → Pengendalian → Keputusan → Kinerja.

Tujuan Training ISO 31000

Training ISO 31000 dapat dirancang untuk mencapai beberapa tujuan utama.

Meningkatkan Risk Awareness

Peserta memahami bahwa setiap aktivitas organisasi memiliki risiko.

Memahami Prinsip ISO 31000

Peserta memahami prinsip yang menjadi dasar pengelolaan risiko.

Memahami Framework

Peserta memahami bagaimana manajemen risiko diintegrasikan ke dalam tata kelola dan proses organisasi.

Menguasai Risk Assessment

Peserta dapat melakukan identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko.

Menyusun Risk Treatment

Peserta memahami bagaimana menentukan respons terhadap risiko.

Meningkatkan Risk-Based Decision Making

Peserta mampu menggunakan informasi risiko dalam mendukung pengambilan keputusan.

Membangun Risk Culture

Peserta memahami pentingnya peran setiap unit dalam pengelolaan risiko.

Prinsip Manajemen Risiko Berdasarkan ISO 31000

Salah satu bagian penting dalam Training ISO 31000 adalah memahami prinsip manajemen risiko.

Prinsip membantu organisasi memahami karakteristik manajemen risiko yang efektif.

Secara umum, penerapan manajemen risiko perlu:

  • Terintegrasi.
  • Terstruktur dan komprehensif.
  • Disesuaikan dengan konteks organisasi.
  • Melibatkan pemangku kepentingan.
  • Dinamis.
  • Menggunakan informasi terbaik yang tersedia.
  • Memperhatikan faktor manusia dan budaya.
  • Mendorong perbaikan berkelanjutan.

Prinsip tersebut memberikan dasar bahwa manajemen risiko bukan sekadar aktivitas administratif.

Risk Management harus menjadi bagian dari cara organisasi menjalankan bisnis.

Framework ISO 31000

Training ISO 31000 juga membahas framework atau kerangka kerja yang membantu organisasi mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam governance dan aktivitas organisasi.

Kerangka kerja dapat dipahami melalui beberapa elemen penting:

Elemen Fokus
Leadership Komitmen pimpinan
Integration Integrasi dengan proses organisasi
Design Perancangan framework
Implementation Penerapan
Evaluation Evaluasi efektivitas
Improvement Perbaikan berkelanjutan

Framework yang baik membuat manajemen risiko tidak hanya menjadi tugas satu departemen.

Risk Management perlu menjadi bagian dari sistem pengelolaan organisasi.

Proses Manajemen Risiko ISO 31000

Proses manajemen risiko merupakan salah satu materi inti dalam Training ISO 31000.

Secara sederhana, proses tersebut meliputi:

Communication & Consultation

Scope, Context & Criteria

Risk Assessment

Risk Treatment

Monitoring & Review

Recording & Reporting

Seluruh proses tersebut perlu dilakukan secara berkesinambungan.

Communication and Consultation

Komunikasi memastikan informasi risiko dapat dipahami oleh pihak yang relevan.

Konsultasi membantu memperoleh perspektif dari pihak yang memiliki pengetahuan terhadap proses, risiko, maupun kondisi organisasi.

Scope, Context and Criteria

Organisasi perlu menentukan ruang lingkup dan konteks sebelum melakukan assessment.

Hal yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Tujuan.
  • Sasaran.
  • Struktur organisasi.
  • Proses bisnis.
  • Faktor internal.
  • Faktor eksternal.
  • Stakeholder.
  • Risk criteria.

Risk Assessment

Risk assessment terdiri dari:

  1. Risk Identification.
  2. Risk Analysis.
  3. Risk Evaluation.

Risk Treatment

Setelah risiko dinilai, organisasi menentukan bagaimana risiko akan ditangani.

Monitoring and Review

Risiko perlu dipantau karena kondisi dapat berubah.

Recording and Reporting

Informasi risiko perlu didokumentasikan dan dilaporkan kepada pihak yang membutuhkan.

Risk Identification dalam Training ISO 31000

Risk identification merupakan proses penting karena organisasi tidak dapat mengelola risiko yang tidak dikenali.

Peserta dapat mempelajari berbagai pendekatan untuk mengidentifikasi risiko berdasarkan:

  • Sasaran strategis.
  • Proses bisnis.
  • Aktivitas.
  • Proyek.
  • Perubahan lingkungan.
  • Stakeholder.
  • Teknologi.
  • Regulasi.

Salah satu pendekatan yang efektif adalah melakukan process-based risk identification.

Contohnya, sebuah perusahaan memiliki proses procurement.

Peserta dapat memetakan:

Perencanaan → Pemilihan Vendor → Kontrak → Pengadaan → Penerimaan → Pembayaran.

Pada setiap tahapan dapat ditanyakan:

  • Apa yang dapat terjadi?
  • Mengapa hal tersebut dapat terjadi?
  • Apa dampaknya?
  • Apa pengendalian yang sudah tersedia?
  • Siapa risk owner?

Hasilnya kemudian dapat dituangkan dalam risk register.

Risk Analysis dan Risk Assessment

Risk analysis bertujuan memahami karakteristik risiko.

Beberapa parameter yang umum digunakan:

  • Likelihood.
  • Impact.
  • Existing Control.
  • Inherent Risk.
  • Residual Risk.

Contoh sederhana:

Risiko Likelihood Impact Rating
System downtime 4 5 Tinggi
Vendor delay 3 4 Tinggi
Human error 3 3 Sedang
Minor process deviation 2 2 Rendah

Organisasi dapat menentukan skala dan kriteria sesuai konteksnya.

Hal yang penting adalah memastikan bahwa kriteria tersebut konsisten dan dipahami oleh risk owner.

Risk Matrix dalam Training ISO 31000

Risk matrix sering digunakan sebagai alat visual untuk membantu organisasi memahami tingkat risiko.

Contohnya:

Likelihood × Impact = Risk Rating

Namun, peserta perlu memahami bahwa risk matrix hanyalah alat bantu.

Pengambilan keputusan tetap membutuhkan:

  • Konteks.
  • Data.
  • Expert judgment.
  • Existing control.
  • Risk appetite.
  • Risk criteria.
  • Potensi perubahan kondisi.

Karena itu, Training ISO 31000 sebaiknya tidak hanya mengajarkan cara menghitung skor risiko, tetapi juga bagaimana menafsirkan hasil assessment.

Risk Treatment

Risk treatment merupakan langkah untuk menentukan respons terhadap risiko.

Beberapa pendekatan yang dapat dipertimbangkan antara lain:

Avoid

Menghindari aktivitas yang menghasilkan risiko tertentu.

Reduce

Mengurangi kemungkinan atau dampak risiko melalui pengendalian.

Transfer

Membagi atau memindahkan sebagian konsekuensi risiko kepada pihak lain melalui mekanisme yang sesuai.

Accept

Menerima risiko berdasarkan pertimbangan dan kriteria yang telah ditetapkan.

Untuk risiko peluang, organisasi juga dapat mempertimbangkan strategi untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya peluang.

Contoh Kasus Penerapan ISO 31000

Misalnya sebuah perusahaan sedang melakukan proyek transformasi digital.

Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi proses dan mempercepat pelayanan pelanggan.

Dalam proses assessment ditemukan beberapa risiko:

Risiko Penyebab Dampak Respons
Kegagalan sistem Testing tidak memadai Operasional terganggu Reduce
Data tidak akurat Migrasi data Keputusan salah Reduce
Resistensi pengguna Kurang sosialisasi Adopsi rendah Reduce
Vendor gagal Kapabilitas vendor Proyek terlambat Transfer/Reduce
Cyber incident Kontrol keamanan lemah Data dan reputasi terdampak Reduce

Dari kasus tersebut terlihat bahwa risiko tidak hanya berkaitan dengan teknologi.

Ada pula:

  • People risk.
  • Operational risk.
  • Vendor risk.
  • Strategic risk.
  • Cyber risk.
  • Reputational risk.

Inilah alasan mengapa pendekatan ISO 31000 penting untuk membangun perspektif risiko yang terintegrasi.

Training ISO 31000 untuk Perusahaan

Perusahaan dapat menggunakan Training ISO 31000 untuk memperkuat sistem manajemen risiko perusahaan.

Program dapat diarahkan pada:

  • Enterprise Risk Management.
  • Operational Risk.
  • Strategic Risk.
  • Financial Risk.
  • Technology Risk.
  • Cyber Risk.
  • Project Risk.
  • Supply Chain Risk.
  • Fraud Risk.
  • Compliance Risk.

Materi dapat disesuaikan dengan industri dan maturity level perusahaan.

Training ISO 31000 untuk BUMN dan BUMD

BUMN dan BUMD menghadapi lingkungan organisasi yang kompleks.

Risk Management dapat dihubungkan dengan:

  • Corporate governance.
  • Strategic planning.
  • Performance management.
  • Investment.
  • Project management.
  • Financial management.
  • Procurement.
  • Human capital.
  • Technology.
  • Compliance.

Training dapat dikembangkan menjadi program Enterprise Risk Management berbasis ISO 31000 dengan studi kasus yang relevan dengan karakteristik organisasi.

Training ISO 31000 untuk Lembaga Pemerintah

Penerapan manajemen risiko juga relevan dalam organisasi sektor publik.

BSN mencantumkan SNI 8848:2019 sebagai standar mengenai panduan implementasi SNI ISO 31000:2018 di sektor publik.

Sementara itu, BPKP memiliki regulasi mengenai manajemen risiko di lingkungan BPKP dan menggunakan pendekatan yang merujuk antara lain pada ISO 31000:2018.

Program training untuk sektor publik dapat diarahkan pada:

  • Risk governance.
  • Risk assessment.
  • Risk register.
  • Risk treatment.
  • Risk monitoring.
  • Risk reporting.
  • Risk-based planning.
  • Risk-based decision making.

Training ISO 31000 dan Risk Culture

Risk Management yang hanya menghasilkan dokumen belum tentu efektif.

Organisasi membutuhkan budaya sadar risiko.

Risk culture dapat dibangun melalui:

  • Leadership.
  • Awareness.
  • Communication.
  • Accountability.
  • Training.
  • Risk ownership.
  • Monitoring.
  • Continuous improvement.

Dalam training, peserta dapat diberikan simulasi bagaimana membangun komunikasi risiko di lingkungan kerja.

Tujuannya adalah membuat setiap individu memahami:

“Apa tujuan saya?”

“Apa yang dapat menghambat tujuan tersebut?”

“Apa pengendalian yang harus saya lakukan?”

“Apa yang harus saya laporkan?”

Training ISO 31000 dan Risk-Based Decision Making

Salah satu manfaat penting manajemen risiko adalah meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.

Keputusan bisnis sering kali harus dibuat dalam kondisi tidak pasti.

Contohnya:

  • Apakah perusahaan melakukan investasi?
  • Apakah vendor baru dipilih?
  • Apakah proyek dilanjutkan?
  • Apakah sistem baru diluncurkan?
  • Apakah ekspansi dilakukan?
  • Apakah suatu risiko dapat diterima?

Risk-based decision making membantu manajemen mempertimbangkan:

  • Tujuan.
  • Risiko.
  • Peluang.
  • Dampak.
  • Kontrol.
  • Kapasitas organisasi.
  • Risk appetite.
  • Skenario.

Dengan demikian, keputusan tidak hanya berdasarkan intuisi, tetapi juga mempertimbangkan informasi risiko.

ISO 31000 Bukan Sekadar Membuat Risk Register

Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap penerapan ISO 31000 selesai ketika risk register telah dibuat.

Padahal risk register hanyalah salah satu output.

Penerapan yang lebih matang mencakup:

Governance

Risk Culture

Risk Identification

Risk Assessment

Risk Treatment

Monitoring

Reporting

Decision Making

Improvement

Karena itu, Training ISO 31000 perlu memberikan pemahaman mengenai hubungan seluruh elemen tersebut.

Hubungan ISO 31000 dengan Enterprise Risk Management

ISO 31000 dapat menjadi referensi untuk membangun pendekatan manajemen risiko yang lebih terintegrasi.

Dalam Enterprise Risk Management, organisasi melihat risiko dari perspektif keseluruhan perusahaan.

Contohnya:

Area Risiko
Strategic Strategi tidak tercapai
Financial Likuiditas
Operational Gangguan proses
Technology System failure
Cyber Cyber attack
Human Capital Talent gap
Procurement Vendor failure
Compliance Regulatory breach
Reputation Public trust
Project Cost overrun

Pendekatan Enterprise Risk Management memungkinkan manajemen melihat hubungan antar-risiko.

Siapa yang Cocok Mengikuti Training ISO 31000?

Training dapat ditujukan kepada:

  • Direksi.
  • Komisaris.
  • General Manager.
  • Manager.
  • Supervisor.
  • Risk Officer.
  • Risk Owner.
  • Internal Auditor.
  • Compliance Officer.
  • Finance.
  • Human Capital.
  • Procurement.
  • IT.
  • Project Manager.
  • Business Process Owner.
  • Quality Management.
  • Legal.
  • Corporate Secretary.

Program juga cocok untuk organisasi yang sedang membangun atau meningkatkan maturity level Risk Management.

Metode Pembelajaran Training ISO 31000

Agar training lebih aplikatif, metode dapat dikombinasikan.

Presentation

Memberikan fondasi konsep dan framework.

Case Study

Peserta menganalisis kasus organisasi.

Risk Workshop

Peserta melakukan identifikasi dan assessment risiko.

Simulation

Peserta melakukan simulasi pengambilan keputusan.

Group Discussion

Peserta membahas risiko berdasarkan fungsi masing-masing.

Practical Exercise

Peserta membuat risk register, risk matrix, dan risk treatment plan.

Dengan metode tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman menerapkan konsep.

Output Training ISO 31000

Output program dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Contohnya:

  • Risk taxonomy.
  • Risk criteria.
  • Risk register.
  • Risk matrix.
  • Risk assessment.
  • Risk treatment plan.
  • Risk owner mapping.
  • Key Risk Indicator.
  • Risk monitoring plan.
  • Risk reporting.
  • Risk dashboard concept.
  • Risk culture action plan.

Untuk inhouse training, output dapat diarahkan pada proses bisnis organisasi peserta.

Mengapa Memilih Inhouse Training ISO 31000?

Inhouse training cocok untuk organisasi yang ingin membangun pemahaman secara kolektif.

Keunggulannya:

  • Materi dapat disesuaikan.
  • Studi kasus dapat menggunakan konteks organisasi.
  • Peserta berasal dari satu organisasi.
  • Diskusi lebih fokus.
  • Workshop dapat menggunakan proses bisnis aktual.
  • Risk register dapat dijadikan bahan latihan.
  • Management dapat menentukan output yang diharapkan.

Format ini sangat sesuai untuk perusahaan, BUMN, BUMD, rumah sakit, BLUD, lembaga pemerintah, dan organisasi lainnya.

Referensi Resmi ISO 31000 di Indonesia

Untuk memperoleh informasi mengenai standar nasional terkait manajemen risiko, pembaca dapat mengakses katalog resmi Badan Standardisasi Nasional (BSN).

BSN mencantumkan SNI ISO 31000:2018 sebagai standar manajemen risiko — pedoman yang berlaku.

Selain itu, BSN juga mencantumkan standar terkait seperti SNI ISO/TR 31004 dan SNI 8849:2019.

Katalog Standar Manajemen Risiko BSN

Untuk organisasi sektor jasa keuangan, ISO 31000 juga menjadi salah satu referensi yang digunakan dalam konteks pengelolaan risiko. OJK dalam publikasinya menjelaskan penerapan manajemen risiko yang mengacu pada SNI dan ISO 31000, sementara publikasi OJK yang lebih baru juga menyebut ISO 31000:2018 sebagai pedoman prinsip dan panduan umum penerapan manajemen risiko.

Otoritas Jasa Keuangan – OJK

Integrasi Training ISO 31000 dengan Program Risk Management

Training ISO 31000 dapat menjadi bagian dari program pengembangan Risk Management yang lebih luas.

Organisasi dapat menyusun learning path seperti:

Tahap Program
1 Risk Awareness
2 Basic Risk Management
3 Training ISO 31000
4 Risk Assessment Workshop
5 Enterprise Risk Management
6 Fraud Risk Management
7 Risk Culture
8 Business Continuity
9 Crisis Management
10 Organizational Resilience

Untuk memahami dasar manajemen risiko secara lebih menyeluruh, pembaca juga dapat mengakses  sebagai artikel Training Risk Management: Panduan Lengkap Membangun Manajemen Risiko yang Efektif dan Terintegrasi yang dapat menjadi referensi utama sebelum mendalami topik ISO 31000.

FAQ Training ISO 31000

Apa yang dimaksud dengan Training ISO 31000?

Training ISO 31000 adalah program pelatihan yang membahas prinsip, framework, dan proses manajemen risiko berdasarkan ISO 31000. Materinya dapat mencakup risk identification, risk analysis, risk evaluation, risk treatment, monitoring, dan reporting.

Siapa yang sebaiknya mengikuti Training ISO 31000?

Program cocok bagi Risk Officer, Risk Owner, Manager, Supervisor, Direksi, Internal Audit, Compliance, Finance, IT, Procurement, Project Manager, Human Capital, dan profesional yang terlibat dalam pengelolaan risiko.

Apakah Training ISO 31000 dapat dilakukan secara Inhouse?

Ya. Materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau organisasi, termasuk industri, proses bisnis, jenis risiko, tingkat kematangan Risk Management, serta studi kasus internal.

Apakah Training ISO 31000 sama dengan sertifikasi ISO?

Tidak selalu. Training ISO 31000 merupakan program pembelajaran mengenai manajemen risiko berdasarkan pedoman ISO 31000. Program sertifikasi memiliki tujuan, skema, persyaratan, dan proses penilaian tersendiri. Karena itu, tujuan peserta perlu ditentukan terlebih dahulu sebelum memilih jenis program.

Kesimpulan

Training ISO 31000 merupakan program strategis bagi organisasi yang ingin memperkuat kompetensi dan penerapan manajemen risiko secara sistematis.

ISO 31000 memberikan pendekatan yang dapat disesuaikan dengan berbagai organisasi dan konteks. Di Indonesia, BSN mencantumkan SNI ISO 31000:2018 sebagai standar yang berlaku dan juga menyediakan sejumlah standar terkait implementasi serta kompetensi manajemen risiko.

Penerapan manajemen risiko yang efektif bukan sekadar membuat risk register atau risk matrix. Organisasi perlu membangun hubungan antara:

Strategi → Tujuan → Risiko → Pengendalian → Mitigasi → Monitoring → Keputusan.

Dengan Training ISO 31000 yang dirancang secara praktis dan berbasis studi kasus, peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih kuat mengenai bagaimana risiko diidentifikasi, dianalisis, dievaluasi, ditangani, dan dimonitor.

Program juga dapat dikembangkan menjadi Enterprise Risk Management, Fraud Risk Management, Risk Culture, Project Risk Management, Business Continuity, Crisis Management, dan Organizational Resilience.

Tingkatkan Kompetensi Manajemen Risiko Organisasi Anda

PSKN Training Center menyediakan program Training ISO 31000, Training Risk Management, Enterprise Risk Management, Risk Assessment Workshop, dan Inhouse Training Risk Management untuk perusahaan, BUMN, BUMD, lembaga pemerintah, dan organisasi lainnya.

Public Training • Inhouse Training • Workshop • Consulting • Risk Management Development

Hubungi PSKN Training Center untuk mendapatkan informasi program, materi, trainer, jadwal, proposal, dan rancangan Inhouse Training ISO 31000 sesuai kebutuhan organisasi.

HP & WhatsApp: 0812-6660-0643
Telepon: (021) 3454426
Email: info@pskn.co.id
Alamat: Gedung Starspace, Jl. Tanah Abang II No.74A, RT.1/RW.5, Petojo Selatan, Jakarta Pusat

Bangun risk culture. Tingkatkan risk awareness. Perkuat risk-based decision making. Wujudkan organisasi yang lebih resilient dan sustainable.

author-avatar

About PSKN

PUSAT PENGEMBANGAN SDM DAN TEKNOLOGI INFORMASI ( TI ) TERBAIK YANG TERLETAK DI KOTA JAKARTA PUSAT

Tinggalkan Balasan