PELATIHAN BUMN/BUMD, PELATIHAN PERUSAHAAN

Jadwal Training Risk Management 2026/2027: Program Pelatihan Manajemen Risiko untuk Perusahaan, BUMN, BUMD, dan Organisasi

Manajemen risiko semakin menjadi bagian penting dalam pengelolaan organisasi modern. Perusahaan, BUMN, BUMD, lembaga pemerintah, maupun organisasi lainnya menghadapi lingkungan bisnis yang terus berubah, mulai dari ketidakpastian ekonomi, perubahan regulasi, transformasi digital, risiko operasional, risiko fraud, cybersecurity, supply chain, hingga risiko strategis.

Dalam kondisi tersebut, kemampuan organisasi untuk mengidentifikasi, menilai, mengendalikan, memitigasi, dan memonitor risiko menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi.

Karena itu, Jadwal Training Risk Management 2026/2027 menjadi informasi penting bagi perusahaan dan organisasi yang sedang menyusun agenda pengembangan kompetensi SDM, peningkatan risk awareness, penguatan risk culture, maupun implementasi Enterprise Risk Management.

Training Risk Management tidak hanya ditujukan kepada Risk Officer. Program ini dapat melibatkan Direksi, Komisaris, Manager, Supervisor, Internal Audit, Compliance, Finance, Human Resources, IT, Procurement, Project Manager, Business Process Owner, maupun unit kerja lain yang memiliki tanggung jawab terhadap pencapaian tujuan organisasi.

Untuk memahami konsep manajemen risiko secara lebih lengkap, silakan membaca Training Risk Management: Panduan Lengkap Membangun Manajemen Risiko yang Efektif dan Terintegrasi sebagai artikel pilar yang membahas fondasi, proses, identifikasi, assessment, mitigasi, monitoring, serta penerapan manajemen risiko secara terintegrasi.

Daftar Isi

Jadwal Training Risk Management 2026/2027

Jadwal Training Risk Management 2026/2027 dapat diselenggarakan dalam beberapa format sesuai kebutuhan peserta dan organisasi.

Program Format Peserta Keterangan
Training Risk Management Public Training Profesional dan perusahaan Jadwal mengikuti kalender program
Enterprise Risk Management Public/Inhouse Manager, Risk Officer, Direksi Fokus ERM dan risk governance
Inhouse Training Risk Management Inhouse Tim perusahaan Materi disesuaikan kebutuhan organisasi
Risk Assessment Workshop Workshop Risk Owner & Manager Praktik identifikasi dan assessment
Fraud Risk Management Inhouse/Public Risk, Audit, Compliance Fokus risiko fraud
Project Risk Management Inhouse Project Manager & Team Fokus risiko proyek
Risk Culture Inhouse Seluruh level organisasi Membangun risk awareness
Business Continuity & Resilience Inhouse Management & Business Unit Fokus keberlangsungan organisasi

Catatan: Jadwal pelaksanaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, ketersediaan trainer, lokasi, jumlah peserta, serta kedalaman materi yang dibutuhkan.

Untuk perusahaan dengan kebutuhan khusus, program dapat dirancang dalam bentuk Inhouse Training Risk Management sehingga studi kasus, risk register, proses bisnis, dan simulasi dapat disesuaikan dengan karakteristik organisasi.

Mengapa Training Risk Management Penting di Tahun 2026/2027?

Risiko organisasi saat ini tidak lagi sederhana.

Perusahaan dapat menghadapi risiko yang saling berhubungan.

Sebagai contoh, gangguan sistem IT dapat menyebabkan proses operasional berhenti. Gangguan operasional dapat memengaruhi pelayanan pelanggan. Penurunan pelayanan dapat memengaruhi pendapatan dan reputasi. Pada akhirnya, sebuah risiko teknologi dapat berubah menjadi risiko strategis dan finansial.

Karena itu, organisasi membutuhkan pendekatan yang melihat risiko secara menyeluruh.

Beberapa perkembangan yang membuat Training Risk Management semakin penting antara lain:

  • Transformasi digital yang semakin cepat.
  • Meningkatnya ketergantungan pada teknologi.
  • Cybersecurity dan data risk.
  • Perubahan regulasi.
  • Kompleksitas supply chain.
  • Risiko fraud.
  • Risiko proyek dan investasi.
  • Perubahan kondisi ekonomi.
  • Perubahan ekspektasi pelanggan.
  • Risiko reputasi.
  • Business continuity.
  • Organizational resilience.

Training menjadi sarana untuk memastikan bahwa personel yang terlibat dalam pengelolaan risiko memiliki pemahaman dan kemampuan yang sama.

Apa Itu Training Risk Management?

Training Risk Management merupakan program pengembangan kompetensi yang dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola risiko organisasi secara sistematis.

Peserta tidak hanya mempelajari definisi risiko, tetapi juga memahami bagaimana risiko berkaitan dengan tujuan organisasi.

Secara sederhana, prosesnya dapat digambarkan:

Tujuan Organisasi

↓

Identifikasi Risiko

↓

Analisis Risiko

↓

Evaluasi Risiko

↓

Risk Treatment

↓

Monitoring

↓

Reporting

↓

Risk-Based Decision Making

Pendekatan tersebut membuat peserta memahami bahwa tujuan utama manajemen risiko bukan sekadar membuat dokumen risk register, tetapi membantu organisasi mengambil keputusan yang lebih baik.

Landasan dan Konteks Manajemen Risiko

Manajemen risiko juga memiliki relevansi dalam tata kelola sektor publik.

Peraturan BPKP Nomor 4 Tahun 2021 tentang Manajemen Risiko di Lingkungan BPKP tercatat sebagai peraturan yang berlaku. Peraturan tersebut mencakup infrastruktur dan proses manajemen risiko.

Dalam peraturan tersebut, proses manajemen risiko meliputi penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, respons risiko, pemantauan, serta informasi dan komunikasi.

BPKP juga menjelaskan bahwa infrastruktur manajemen risiko mencakup budaya risiko, struktur manajemen risiko, sistem informasi manajemen risiko, dan anggaran manajemen risiko.

Informasi tersebut dapat menjadi referensi bagi organisasi yang ingin memperkuat penerapan manajemen risiko.

Referensi resmi: JDIH BPKP – Peraturan BPKP Nomor 4 Tahun 2021 tentang Manajemen Risiko

Materi Training Risk Management 2026/2027

Materi training dapat disusun berdasarkan kebutuhan organisasi.

Konsep Dasar Risk Management

Peserta memahami:

  • Pengertian risiko.
  • Tujuan manajemen risiko.
  • Prinsip manajemen risiko.
  • Risk-based thinking.
  • Risk management framework.
  • Risk governance.
  • Risk ownership.

Risk Identification

Peserta mempelajari teknik mengidentifikasi risiko berdasarkan:

  • Tujuan organisasi.
  • Sasaran strategis.
  • Proses bisnis.
  • Program kerja.
  • Aktivitas operasional.
  • Proyek.
  • Perubahan lingkungan eksternal.

Risk Assessment

Materi dapat mencakup:

  • Likelihood.
  • Impact.
  • Risk rating.
  • Risk matrix.
  • Inherent risk.
  • Existing control.
  • Residual risk.

Risk Treatment

Peserta memahami berbagai alternatif respons terhadap risiko, seperti:

  • Avoid.
  • Reduce.
  • Transfer.
  • Accept.
  • Exploit atau enhance untuk peluang tertentu.

Risk Monitoring

Peserta mempelajari bagaimana memonitor perubahan risiko melalui:

  • Key Risk Indicator.
  • Risk owner monitoring.
  • Risk dashboard.
  • Risk review.
  • Risk reporting.

Enterprise Risk Management dalam Training 2026/2027

Enterprise Risk Management atau ERM memberikan perspektif yang lebih luas daripada pengelolaan risiko per unit.

ERM melihat risiko dalam hubungan dengan keseluruhan tujuan organisasi.

Misalnya sebuah perusahaan memiliki:

  • Strategic Risk.
  • Financial Risk.
  • Operational Risk.
  • Compliance Risk.
  • Technology Risk.
  • Human Capital Risk.
  • Project Risk.
  • Reputational Risk.

Semua risiko tersebut dapat saling berhubungan.

Karena itu, training ERM dapat membantu manajemen membangun pandangan risiko yang lebih terintegrasi.

Risk Management untuk Perusahaan

Perusahaan swasta menghadapi berbagai risiko yang dapat memengaruhi profitabilitas dan keberlanjutan.

Beberapa fokus yang dapat dimasukkan dalam training antara lain:

Area Contoh Risiko
Strategis Strategi tidak mencapai target
Finansial Cash flow dan likuiditas
Operasional Gangguan proses
SDM Kekurangan kompetensi
Teknologi System failure
Cyber Serangan siber
Vendor Ketergantungan supplier
Reputasi Keluhan pelanggan
Fraud Manipulasi dan penyalahgunaan
Proyek Cost overrun dan delay

Pendekatan training dapat disesuaikan dengan industri.

Risk Management untuk BUMN

BUMN memiliki karakteristik organisasi yang kompleks sehingga pengelolaan risiko perlu memperhatikan aspek strategis, operasional, tata kelola, investasi, proyek, kepatuhan, dan reputasi.

Training untuk BUMN dapat diarahkan pada:

  • Enterprise Risk Management.
  • Risk Governance.
  • Risk Appetite.
  • Risk Culture.
  • Strategic Risk.
  • Investment Risk.
  • Project Risk.
  • Fraud Risk.
  • Operational Risk.
  • Business Continuity.
  • Organizational Resilience.

Pendekatan berbasis studi kasus akan membantu peserta memahami hubungan risiko dengan keputusan manajemen.

Risk Management untuk BUMD

BUMD juga membutuhkan penguatan manajemen risiko karena harus menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memenuhi tujuan pelayanan atau kepentingan daerah sesuai karakteristik masing-masing badan usaha.

Materi dapat diarahkan pada:

  • Risiko bisnis.
  • Risiko keuangan.
  • Risiko investasi.
  • Risiko operasional.
  • Risiko pengadaan.
  • Risiko SDM.
  • Risiko teknologi.
  • Risiko kepatuhan.
  • Risiko reputasi.
  • Risk governance.

Risk Management untuk Organisasi dan Lembaga Lainnya

Training Risk Management juga dapat diterapkan pada:

  • Lembaga pemerintah.
  • Rumah sakit.
  • BLUD.
  • Perguruan tinggi.
  • Yayasan.
  • Lembaga nonprofit.
  • Organisasi profesi.
  • Perusahaan daerah.
  • Anak perusahaan.
  • Unit bisnis.

Setiap organisasi memiliki tujuan dan proses yang berbeda sehingga pendekatan risk management perlu disesuaikan.

Inhouse Training Risk Management 2026/2027

Salah satu format yang dapat dipilih perusahaan adalah Inhouse Training Risk Management.

Inhouse training memungkinkan organisasi menyesuaikan materi dengan kebutuhan internal.

Contohnya, perusahaan dapat memberikan data proses bisnis tertentu untuk digunakan sebagai studi kasus.

Peserta kemudian melakukan:

  1. Mapping proses bisnis.
  2. Identifikasi risiko.
  3. Analisis penyebab.
  4. Penilaian dampak.
  5. Evaluasi kontrol.
  6. Penentuan residual risk.
  7. Penyusunan mitigasi.
  8. Penentuan risk owner.
  9. Penyusunan KRI.
  10. Penyusunan risk monitoring plan.

Dengan demikian, output training dapat lebih dekat dengan kebutuhan pekerjaan.

Keunggulan Inhouse Training

Beberapa manfaat inhouse training antara lain:

  • Materi dapat disesuaikan.
  • Peserta berasal dari organisasi yang sama.
  • Studi kasus lebih relevan.
  • Diskusi dapat membahas masalah nyata.
  • Risk register dapat dijadikan bahan workshop.
  • Proses bisnis internal dapat dianalisis.
  • Membangun bahasa risiko yang sama.
  • Memperkuat risk culture.

Format ini sangat cocok untuk perusahaan yang sedang membangun atau memperkuat sistem Enterprise Risk Management.

Siapa yang Perlu Mengikuti Training Risk Management?

Training Risk Management tidak hanya ditujukan untuk Risk Management Department.

Program dapat diikuti oleh:

  • Direksi.
  • Komisaris.
  • General Manager.
  • Manager.
  • Supervisor.
  • Risk Officer.
  • Risk Owner.
  • Internal Audit.
  • Compliance.
  • Finance.
  • Accounting.
  • Procurement.
  • Human Capital.
  • IT.
  • Project Manager.
  • Business Process Owner.
  • Legal.
  • Corporate Secretary.
  • Quality Management.
  • Strategic Planning.

Semakin luas pemahaman risiko di dalam organisasi, semakin besar peluang terbentuknya budaya risiko yang konsisten.

Pendekatan Training: Practical, Case-Based dan Risk-Based Decision Making

Training Risk Management yang efektif sebaiknya tidak hanya berisi presentasi.

Pendekatan pembelajaran dapat menggunakan:

Practical Learning

Peserta langsung berlatih menggunakan tools risk management.

Case-Based Learning

Peserta menganalisis kasus berdasarkan situasi nyata atau simulasi.

Risk Workshop

Peserta bekerja dalam kelompok untuk melakukan risk identification dan assessment.

Risk-Based Decision Making

Peserta belajar menggunakan informasi risiko untuk mendukung keputusan.

Discussion

Peserta mendiskusikan risiko yang dihadapi dalam pekerjaan.

Pendekatan tersebut membuat pelatihan menjadi lebih interaktif dan aplikatif.

Contoh Kasus dalam Training

Misalnya sebuah perusahaan memiliki proyek pembangunan fasilitas baru.

Target proyek adalah selesai dalam 12 bulan.

Setelah dilakukan risk assessment ditemukan beberapa risiko:

Risiko Penyebab Dampak Level
Keterlambatan material Supplier bermasalah Proyek terlambat Tinggi
Cost overrun Harga meningkat Anggaran meningkat Tinggi
Kesalahan desain Review kurang Rework Sedang
Kecelakaan kerja Kontrol K3 lemah Cedera dan delay Tinggi
Perubahan regulasi Regulasi baru Penyesuaian proyek Sedang

Peserta kemudian diminta menentukan:

  • Risk owner.
  • Existing control.
  • Risk treatment.
  • KRI.
  • Target mitigasi.
  • Timeline.
  • Monitoring mechanism.

Simulasi seperti ini membantu peserta memahami proses manajemen risiko secara nyata.

Risk Culture sebagai Bagian Penting Training

Salah satu masalah yang sering terjadi dalam organisasi adalah risiko hanya dianggap sebagai tanggung jawab Risk Management Department.

Padahal risiko merupakan tanggung jawab seluruh organisasi.

Risk culture berarti membangun pemahaman bahwa setiap orang memiliki peran dalam mengelola risiko.

Budaya tersebut dapat dibangun melalui:

  • Leadership commitment.
  • Risk awareness.
  • Risk communication.
  • Risk ownership.
  • Training.
  • Monitoring.
  • Reward and accountability.
  • Continuous improvement.

Training Risk Management dapat menjadi salah satu instrumen untuk membangun budaya tersebut.

Training Fraud Risk Management

Fraud merupakan salah satu area yang dapat dikembangkan dalam program Risk Management.

Materinya dapat meliputi:

  • Fraud risk identification.
  • Fraud risk assessment.
  • Fraud risk indicators.
  • Fraud prevention.
  • Fraud detection.
  • Internal control.
  • Whistleblowing.
  • Fraud response.
  • Fraud risk monitoring.

Pendekatan fraud risk management dapat disesuaikan dengan karakteristik organisasi dan proses bisnis.

Business Continuity dan Organizational Resilience

Risk Management modern juga berkaitan dengan kemampuan organisasi menghadapi gangguan.

Contohnya:

  • Bencana.
  • Cyber attack.
  • System outage.
  • Gangguan supply chain.
  • Krisis reputasi.
  • Gangguan operasional.
  • Kehilangan SDM kunci.

Karena itu, materi dapat dikembangkan ke arah:

Risk Management → Business Continuity → Crisis Management → Organizational Resilience.

Tujuannya adalah membangun organisasi yang bukan hanya mampu mencegah risiko, tetapi juga mampu merespons dan pulih ketika risiko benar-benar terjadi.

Monitoring dan Risk Dashboard

Setelah risk register dibuat, pekerjaan belum selesai.

Risiko perlu dipantau.

Monitoring dapat menggunakan:

  • Risk dashboard.
  • KRI.
  • Heat map.
  • Risk status.
  • Mitigation progress.
  • Risk owner update.
  • Management review.

Dashboard membantu manajemen memperoleh informasi yang lebih ringkas.

Contohnya:

Top 10 Risks

High Risks

Overdue Mitigation

KRI Breach

Emerging Risks

Risk Trend

Informasi tersebut dapat menjadi dasar diskusi manajemen.

Jadwal Training Risk Management untuk Agenda Pengembangan SDM

Perusahaan dapat memasukkan Training Risk Management ke dalam agenda tahunan pengembangan kompetensi.

Contoh perencanaan:

Periode Fokus Program
Q4 2026 Risk Awareness & Basic Risk Management
Q4 2026 Risk Assessment Workshop
Q1 2027 Enterprise Risk Management
Q1 2027 Fraud Risk Management
Q2 2027 Risk Culture
Q2 2027 Project Risk Management
Q3 2027 Business Continuity
Q3 2027 Risk-Based Decision Making
Q4 2027 Risk Maturity Review

Jadwal tersebut merupakan contoh kalender pengembangan kompetensi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

Bagaimana Memilih Training Risk Management yang Tepat?

Sebelum menentukan program, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal.

Tentukan Tujuan

Apakah training bertujuan:

  • Membangun awareness?
  • Menyusun risk register?
  • Membangun ERM?
  • Memperkuat risk culture?
  • Meningkatkan kompetensi Risk Officer?
  • Mengintegrasikan risk management dengan sistem?

Tentukan Peserta

Materi untuk Direksi tentu berbeda dengan materi untuk Risk Officer atau Risk Owner.

Tentukan Tingkat Kedalaman

Training dapat dibuat:

  • Basic.
  • Intermediate.
  • Advanced.
  • Executive.

Pilih Metode yang Tepat

Organisasi dapat memilih:

  • Training.
  • Workshop.
  • Coaching.
  • Consulting.
  • Assessment.

Output yang Diharapkan dari Training

Output training dapat disesuaikan dengan tujuan.

Beberapa output yang dapat dikembangkan:

  • Pemahaman konsep Risk Management.
  • Risk taxonomy.
  • Risk register.
  • Risk assessment.
  • Risk matrix.
  • Risk treatment plan.
  • KRI.
  • Risk dashboard concept.
  • Risk monitoring plan.
  • Risk reporting framework.

Untuk inhouse training, output dapat dibuat lebih spesifik berdasarkan proses bisnis organisasi.

Mengapa Training Risk Management Perlu Dilakukan Secara Berkala?

Risiko berubah.

Risiko yang rendah tahun ini belum tentu rendah tahun berikutnya.

Begitu pula dengan:

  • Teknologi.
  • Regulasi.
  • Kompetitor.
  • Supplier.
  • Pelanggan.
  • Kondisi ekonomi.
  • SDM.
  • Proses bisnis.

Karena itu, kompetensi dan risk awareness juga perlu diperbarui secara berkala.

Training 2026/2027 dapat menjadi momentum untuk melakukan penyegaran kompetensi dan mengevaluasi apakah sistem risk management organisasi masih relevan.

Peran Training dalam Meningkatkan Maturitas Risk Management

Maturitas risk management dapat berkembang secara bertahap.

Tahap Karakteristik
Awareness Organisasi mulai memahami risiko
Developing Proses mulai dibangun
Defined Framework dan proses lebih jelas
Integrated Risiko terintegrasi dengan proses bisnis
Optimized Data, teknologi, budaya, dan keputusan terintegrasi

Training dapat menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut, tetapi peningkatan maturitas membutuhkan dukungan kebijakan, governance, proses, teknologi, dan leadership.

BPKP juga menekankan pentingnya penguatan manajemen risiko dan SPIP dalam berbagai kegiatan pembinaan pada 2026. Dalam salah satu kegiatan di Kepulauan Riau, BPKP menyebut perlunya penguatan agar manajemen risiko semakin terintegrasi dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian kinerja.

Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko semakin diarahkan untuk menjadi bagian dari proses organisasi, bukan sekadar dokumentasi.

FAQ Jadwal Training Risk Management 2026/2027

Kapan Jadwal Training Risk Management 2026/2027 dilaksanakan?

Jadwal dapat diselenggarakan mengikuti kalender program PSKN Training Center dan kebutuhan perusahaan. Untuk Inhouse Training, tanggal dapat disepakati secara khusus berdasarkan ketersediaan trainer dan peserta.

Siapa yang dapat mengikuti Training Risk Management?

Program dapat diikuti oleh Direksi, Komisaris, Manager, Supervisor, Risk Officer, Risk Owner, Internal Audit, Compliance, Finance, IT, HR, Procurement, Project Manager, dan profesional lain yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan risiko.

Apakah tersedia Inhouse Training Risk Management?

Ya. Program dapat dirancang khusus untuk perusahaan, BUMN, BUMD, lembaga pemerintah, maupun organisasi lainnya. Materi, studi kasus, durasi, peserta, dan metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

Apakah materi dapat disesuaikan dengan proses bisnis perusahaan?

Ya. Untuk program inhouse, materi dapat disesuaikan dengan industri, proses bisnis, jenis risiko, struktur organisasi, dan tujuan training. Workshop juga dapat menggunakan contoh risk register dan proses bisnis yang relevan dengan kebutuhan peserta.

Kesimpulan

Jadwal Training Risk Management 2026/2027 menjadi bagian penting dari agenda peningkatan kompetensi organisasi yang ingin memperkuat tata kelola, risk awareness, risk culture, dan pengambilan keputusan berbasis risiko.

Program dapat dikembangkan dari Basic Risk Management hingga Enterprise Risk Management, Fraud Risk Management, Risk Culture, Project Risk Management, Business Continuity, Crisis Management, dan Organizational Resilience.

Training dapat diselenggarakan dalam format public training maupun Inhouse Training Risk Management yang lebih spesifik dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Dengan pendekatan yang tepat, training bukan hanya menghasilkan peserta yang memahami teori, tetapi juga membantu organisasi membangun kemampuan untuk:

  • Mengidentifikasi risiko.
  • Menilai risiko.
  • Menentukan prioritas.
  • Menyusun mitigasi.
  • Menetapkan risk owner.
  • Mengembangkan KRI.
  • Melakukan monitoring.
  • Menyusun risk reporting.
  • Mengintegrasikan risiko dengan proses bisnis.
  • Mendukung risk-based decision making.

Pada akhirnya, tujuan manajemen risiko bukan menghilangkan seluruh risiko, melainkan membantu organisasi memahami ketidakpastian dan mengambil keputusan secara lebih terukur.

Tingkatkan Kompetensi Risk Management Organisasi Anda

PSKN Training Center menyediakan program Training Risk Management yang dapat disesuaikan untuk kebutuhan perusahaan, BUMN, BUMD, lembaga pemerintah, dan organisasi lainnya.

Public Training • Inhouse Training • Workshop • Risk Assessment • Enterprise Risk Management

Hubungi PSKN Training Center untuk mendapatkan informasi jadwal, materi, trainer, proposal, dan rancangan program Training Risk Management 2026/2027 sesuai kebutuhan organisasi.

HP & WhatsApp: 0812-6660-0643
Telepon: (021) 3454426
Email: info@pskn.co.id
Alamat: Gedung Starspace, Jl. Tanah Abang II No.74A, RT.1/RW.5, Petojo Selatan, Jakarta Pusat

Bangun budaya sadar risiko. Perkuat kompetensi tim. Integrasikan risk management dengan proses bisnis dan strategi organisasi.

author-avatar

About PSKN

PUSAT PENGEMBANGAN SDM DAN TEKNOLOGI INFORMASI ( TI ) TERBAIK YANG TERLETAK DI KOTA JAKARTA PUSAT

Tinggalkan Balasan