Apa Itu OSS RBA? Panduan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko untuk Perusahaan
OSS RBA adalah sistem perizinan berusaha berbasis risiko yang digunakan untuk membantu pelaku usaha memperoleh legalitas dan memenuhi persyaratan perizinan sesuai dengan tingkat risiko kegiatan usahanya.
OSS merupakan singkatan dari Online Single Submission, yaitu sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik. Sementara RBA adalah Risk Based Approach, atau pendekatan berbasis risiko.
Dengan demikian, OSS RBA dapat dipahami sebagai sistem perizinan berusaha yang menerapkan pendekatan risiko dalam menentukan jenis perizinan dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh suatu kegiatan usaha.
Sistem OSS dikelola oleh Lembaga OSS dan menjadi salah satu instrumen utama dalam penyelenggaraan perizinan berusaha di Indonesia. Melalui OSS, pelaku usaha dapat mengurus berbagai kebutuhan perizinan secara elektronik, termasuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) dan memenuhi persyaratan perizinan sesuai kegiatan usahanya.
Bagi perusahaan, memahami OSS RBA bukan hanya berkaitan dengan cara mengisi formulir secara online. Perusahaan perlu memahami hubungan antara jenis kegiatan usaha, KBLI, tingkat risiko, persyaratan dasar, NIB, Sertifikat Standar, Perizinan Berusaha, serta kewajiban setelah izin diterbitkan.
Terlebih lagi, kerangka regulasi perizinan berbasis risiko saat ini telah mengalami perubahan. PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko berlaku sejak 5 Juni 2025 dan mencabut PP Nomor 5 Tahun 2021.
Karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa personel yang menangani perizinan memahami mekanisme OSS RBA berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Mengapa OSS RBA Penting bagi Perusahaan?
Perizinan merupakan salah satu aspek penting dalam menjalankan kegiatan usaha secara legal. Perusahaan tidak cukup hanya memiliki badan usaha dan menjalankan aktivitas komersial, tetapi juga perlu memastikan kegiatan usaha yang dilakukan memiliki perizinan yang sesuai.
OSS RBA membantu menghubungkan kegiatan usaha dengan tingkat risiko dan persyaratan perizinannya.
Secara umum, OSS RBA penting bagi perusahaan karena:
- membantu proses pengurusan perizinan secara elektronik;
- memberikan identitas usaha melalui NIB;
- mengidentifikasi kebutuhan perizinan berdasarkan kegiatan usaha;
- menghubungkan kegiatan usaha dengan KBLI;
- menentukan kewajiban berdasarkan tingkat risiko;
- membantu perusahaan memenuhi persyaratan perizinan;
- mendukung proses pemenuhan kewajiban usaha;
- menyediakan informasi dan layanan perizinan dalam satu sistem.
Situs resmi OSS menjelaskan bahwa sistem perizinan berbasis risiko mengelompokkan usaha ke dalam empat tingkat risiko, yang kemudian menentukan izin dan kewajiban usaha yang harus dipenuhi.
Artinya, tidak semua kegiatan usaha memiliki persyaratan perizinan yang sama.
Apa yang Dimaksud dengan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko?
Perizinan Berusaha Berbasis Risiko atau PBBR merupakan pendekatan yang menggunakan hasil analisis risiko kegiatan usaha sebagai dasar dalam menentukan jenis perizinan yang diperlukan.
Dalam PP Nomor 28 Tahun 2025, PBBR didefinisikan sebagai perizinan berusaha yang menggunakan pendekatan berbasis risiko yang diperoleh dari hasil analisis risiko setiap kegiatan usaha. Peraturan tersebut juga menjelaskan bahwa Perizinan Berusaha merupakan legalitas yang diberikan kepada pelaku usaha untuk memulai dan menjalankan usaha dan/atau kegiatannya.
Pendekatan ini membuat proses perizinan tidak semata-mata menggunakan pola yang sama untuk seluruh jenis usaha.
Kegiatan usaha dengan risiko yang berbeda dapat memiliki kebutuhan perizinan dan kewajiban yang berbeda pula.
Sebagai contoh, kegiatan usaha dengan risiko rendah tidak selalu membutuhkan rangkaian persyaratan yang sama dengan kegiatan usaha yang memiliki risiko tinggi.
Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami terlebih dahulu apa kegiatan usaha yang dijalankan dan bagaimana kegiatan tersebut diklasifikasikan dalam sistem OSS RBA.
Empat Tingkat Risiko dalam OSS RBA
Salah satu konsep penting dalam memahami OSS RBA adalah tingkat risiko kegiatan usaha.
Sistem OSS mengelompokkan kegiatan usaha ke dalam empat tingkat risiko. Pengelompokan tersebut berpengaruh terhadap jenis perizinan dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha.
| Tingkat Risiko | Gambaran Umum | Konsekuensi Perizinan |
|---|---|---|
| Risiko Rendah | Potensi risiko relatif rendah | NIB menjadi instrumen utama sesuai ketentuan |
| Menengah Rendah | Risiko lebih tinggi dibanding risiko rendah | NIB dan pemenuhan persyaratan/standar sesuai ketentuan |
| Menengah Tinggi | Risiko membutuhkan pengendalian lebih besar | Memerlukan pemenuhan persyaratan dan/atau Sertifikat Standar sesuai ketentuan |
| Risiko Tinggi | Potensi dampak dan risiko lebih besar | Memerlukan Perizinan Berusaha sesuai ketentuan |
Tabel tersebut merupakan gambaran umum. Dalam praktiknya, kebutuhan perizinan harus dilihat berdasarkan kegiatan usaha, KBLI, sektor, persyaratan dasar, serta ketentuan sektoral yang berlaku.
Karena itu, perusahaan tidak sebaiknya menentukan sendiri jenis izin hanya berdasarkan nama usaha.
Apa Hubungan OSS RBA dengan KBLI?
KBLI atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia merupakan salah satu komponen penting dalam proses perizinan berusaha.
KBLI membantu mengklasifikasikan kegiatan ekonomi yang dijalankan oleh perusahaan.
Kesalahan dalam menentukan KBLI dapat berdampak pada proses perizinan karena kegiatan usaha yang dimasukkan ke sistem harus menggambarkan aktivitas usaha yang sebenarnya.
Dalam praktiknya, perusahaan perlu memastikan:
- kegiatan usaha yang dijalankan telah diidentifikasi;
- kode KBLI yang dipilih sesuai dengan kegiatan tersebut;
- uraian kegiatan usaha sesuai dengan kondisi perusahaan;
- lokasi kegiatan usaha telah diperhatikan;
- persyaratan sektoral telah diperiksa;
- kewajiban perizinan telah dipahami.
Karena KBLI menjadi salah satu dasar dalam proses perizinan, pemilihan KBLI sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan.
Kesalahan memilih KBLI dapat menyebabkan perusahaan harus melakukan penyesuaian data atau menghadapi ketidaksesuaian antara kegiatan usaha dengan perizinan yang dimiliki.
Apa Itu NIB dalam OSS RBA?
NIB atau Nomor Induk Berusaha merupakan identitas resmi pelaku usaha untuk memulai atau menjalankan kegiatan usaha sesuai ketentuan.
Portal resmi OSS menyebutkan bahwa NIB merupakan identitas resmi untuk memulai atau menjalankan usaha di Indonesia.
NIB menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem OSS RBA.
Bagi perusahaan, NIB tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai dokumen administratif. Perusahaan perlu memastikan data yang tercantum dan kegiatan usaha yang terkait dengan NIB sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- identitas perusahaan;
- bentuk badan usaha;
- alamat dan lokasi kegiatan usaha;
- kegiatan usaha;
- KBLI;
- data penanggung jawab;
- skala usaha;
- informasi terkait proyek atau lokasi usaha;
- perizinan dan kewajiban terkait.
Dengan pengelolaan data yang baik, perusahaan dapat mengurangi risiko ketidaksesuaian informasi pada sistem OSS.
Apakah NIB Saja Sudah Cukup?
Pertanyaan ini sering muncul ketika perusahaan mulai mempelajari OSS RBA.
Jawabannya: tidak selalu.
Kebutuhan perizinan ditentukan berdasarkan kegiatan usaha dan tingkat risikonya. Untuk kegiatan tertentu, perusahaan dapat memiliki kewajiban tambahan selain NIB.
Misalnya, berdasarkan karakteristik kegiatan usahanya, perusahaan dapat memiliki kebutuhan terhadap:
- pemenuhan standar tertentu;
- Sertifikat Standar;
- Perizinan Berusaha;
- Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha atau PB UMKU;
- persyaratan dasar;
- persyaratan sektoral;
- kewajiban pelaporan;
- kewajiban pengawasan dan pemenuhan standar.
PP Nomor 28 Tahun 2025 secara eksplisit mencakup persyaratan dasar, Perizinan Berusaha, PB UMKU, NSPK, layanan sistem OSS, pengawasan, evaluasi, penyelesaian permasalahan, serta sanksi.
Karena itu, memiliki NIB tidak otomatis berarti seluruh kewajiban perizinan perusahaan telah selesai.
Memahami Persyaratan Dasar dalam OSS RBA
Selain kegiatan usaha dan tingkat risiko, perusahaan perlu memperhatikan persyaratan dasar yang relevan.
Persyaratan dasar merupakan bagian dari ruang lingkup penyelenggaraan PBBR sebagaimana diatur dalam PP Nomor 28 Tahun 2025.
Dalam praktiknya, perusahaan dapat perlu memperhatikan aspek seperti:
- kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang;
- persetujuan lingkungan;
- bangunan dan/atau prasarana sesuai ketentuan;
- persyaratan lain yang relevan dengan kegiatan usaha.
Persyaratan yang dibutuhkan tidak sama untuk setiap perusahaan.
Karena itu, proses perizinan harus dilakukan berdasarkan karakteristik kegiatan usaha, lokasi, sektor, dan ketentuan yang berlaku.
OSS RBA dan Sertifikat Standar
Untuk kegiatan usaha tertentu, perusahaan dapat memiliki kewajiban pemenuhan standar.
Sertifikat Standar menjadi salah satu instrumen yang perlu dipahami oleh perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha dengan tingkat risiko tertentu.
Perusahaan perlu memperhatikan apakah Sertifikat Standar:
- hanya perlu dinyatakan sesuai mekanisme yang berlaku;
- membutuhkan pemenuhan standar tertentu;
- memerlukan verifikasi;
- memiliki persyaratan sektoral;
- memiliki kewajiban lanjutan setelah diterbitkan.
Detail persyaratan dapat berbeda berdasarkan kegiatan usaha dan sektor.
Oleh karena itu, pemahaman terhadap OSS RBA harus dilengkapi dengan kemampuan membaca ketentuan sektoral.
Perbedaan OSS RBA dengan Sistem Perizinan Konvensional
Salah satu perubahan penting dalam sistem perizinan adalah semakin kuatnya penggunaan sistem elektronik dan pendekatan berbasis risiko.
Berikut gambaran sederhananya:
| Aspek | Pendekatan Konvensional | OSS RBA |
| Proses | Banyak dilakukan secara administratif | Terintegrasi secara elektronik |
| Pendekatan | Cenderung seragam | Berdasarkan tingkat risiko |
| Identitas usaha | Dokumen administratif | NIB melalui OSS |
| Kegiatan usaha | Perlu identifikasi manual | Terintegrasi dengan klasifikasi kegiatan |
| Risiko | Tidak selalu menjadi dasar utama | Menjadi dasar penting dalam perizinan |
| Monitoring | Terpisah sesuai proses | Didukung sistem OSS dan mekanisme pengawasan |
Namun, digitalisasi bukan berarti perusahaan dapat mengabaikan aspek kepatuhan.
Justru semakin terintegrasi sistemnya, semakin penting perusahaan memastikan data dan dokumen yang dimasukkan benar.
Siapa yang Perlu Memahami OSS RBA di Perusahaan?
OSS RBA bukan hanya urusan satu orang administrator.
Dalam perusahaan, proses perizinan dapat berkaitan dengan berbagai fungsi.
Beberapa bagian yang sebaiknya memiliki pemahaman OSS RBA antara lain:
- Legal;
- Compliance;
- Corporate Secretary;
- Perizinan;
- Government Relations;
- Operasional;
- HR/GA yang menangani administrasi perusahaan;
- Finance yang membutuhkan dokumen legalitas tertentu;
- Manajemen;
- Tim pengembangan usaha;
- Project Management.
Kolaborasi antarbagian penting karena perubahan kegiatan usaha dapat berdampak pada aspek legalitas dan perizinan.
Misalnya, ketika perusahaan membuka lokasi baru, menambah kegiatan usaha, mengubah aktivitas bisnis, atau mengembangkan proyek baru, kebutuhan perizinannya perlu diperiksa kembali.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pengelolaan OSS RBA
Walaupun OSS RBA dirancang untuk mempermudah proses perizinan, masih terdapat berbagai kesalahan yang dapat terjadi dalam praktik.
Beberapa di antaranya adalah:
1. Salah Menentukan KBLI
Perusahaan memilih KBLI hanya berdasarkan nama yang terlihat paling mirip tanpa memastikan uraian kegiatannya.
2. Data Perusahaan Tidak Diperbarui
Data perusahaan berubah tetapi informasi dalam sistem OSS tidak segera disesuaikan.
3. Menganggap NIB Sudah Mencakup Semua Izin
Perusahaan menganggap setelah memperoleh NIB seluruh kewajiban perizinan selesai.
4. Tidak Memeriksa Persyaratan Sektoral
Setiap sektor dapat memiliki ketentuan tambahan yang perlu diperhatikan.
5. Tidak Memahami Tingkat Risiko
Perusahaan tidak memahami mengapa kegiatan usahanya membutuhkan persyaratan tertentu.
6. Tidak Menyimpan Dokumentasi
Dokumen, bukti pemenuhan persyaratan, dan informasi perizinan tidak dikelola secara sistematis.
7. Tidak Melakukan Monitoring
Setelah perizinan diterbitkan, perusahaan tidak melakukan pengecekan terhadap kewajiban lanjutan dan perubahan regulasi.
Bagaimana Cara Belajar OSS RBA Secara Efektif?
Mempelajari OSS RBA tidak cukup hanya dengan membaca panduan.
Tim perusahaan sebaiknya memahami hubungan antara teori regulasi dan praktik penggunaan sistem.
Pendekatan belajar yang efektif dapat dilakukan melalui beberapa tahap:
Pertama, memahami konsep.
Peserta perlu memahami pengertian OSS, RBA, NIB, KBLI, tingkat risiko, Perizinan Berusaha, Sertifikat Standar, dan PB UMKU.
Kedua, memahami regulasi.
Tim perlu mengetahui regulasi utama dan ketentuan sektoral yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan.
Ketiga, melakukan simulasi.
Peserta perlu melihat bagaimana proses pengisian dan pengelolaan data dilakukan secara praktis.
Keempat, mempelajari studi kasus.
Kasus nyata membantu peserta memahami masalah yang mungkin terjadi dalam proses perizinan.
Kelima, membangun checklist internal.
Perusahaan dapat membuat daftar pemeriksaan agar proses pengurusan dan monitoring perizinan lebih terstruktur.
Pentingnya Inhouse Training OSS RBA untuk Perusahaan
Setiap perusahaan memiliki karakteristik usaha yang berbeda. Karena itu, kebutuhan pelatihan OSS RBA juga dapat berbeda.
Inhouse Training OSS RBA memungkinkan materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Materi dapat diarahkan pada:
- pemahaman dasar OSS RBA;
- regulasi terbaru;
- identifikasi kegiatan usaha;
- pemilihan KBLI;
- pengelolaan NIB;
- tingkat risiko;
- Sertifikat Standar;
- PB UMKU;
- persyaratan dasar;
- pengelolaan data perusahaan;
- simulasi proses OSS;
- studi kasus;
- troubleshooting;
- monitoring kepatuhan perizinan.
Untuk perusahaan yang ingin meningkatkan kompetensi tim secara lebih terarah, Anda dapat mempelajari informasi lengkap mengenai Inhouse Training OSS RBA: Pelatihan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko untuk Perusahaan
Apa Manfaat Inhouse Training OSS RBA?
Pelatihan internal memberikan beberapa keuntungan dibandingkan pembelajaran yang hanya bersifat mandiri.
1. Materi Lebih Relevan
Materi dapat disesuaikan dengan sektor dan kegiatan usaha perusahaan.
2. Membahas Kasus Aktual
Permasalahan yang dihadapi tim dapat dibawa langsung ke sesi diskusi.
3. Meningkatkan Kompetensi Tim
Peserta memperoleh pemahaman yang lebih seragam mengenai OSS RBA.
4. Meningkatkan Koordinasi
Legal, Compliance, Operasional, dan bagian terkait dapat memiliki pemahaman yang sama.
5. Mengurangi Kesalahan Administrasi
Pemahaman yang lebih baik dapat membantu mengurangi kesalahan dalam pengelolaan data dan dokumen.
6. Mendukung Kepatuhan Perusahaan
Perusahaan dapat membangun sistem internal untuk melakukan monitoring terhadap kewajiban perizinan.
Regulasi OSS RBA yang Perlu Diperhatikan
Dalam mempelajari OSS RBA, perusahaan sebaiknya menggunakan sumber resmi.
Salah satu regulasi utama saat ini adalah Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. PP tersebut berlaku sejak 5 Juni 2025 dan mencabut PP Nomor 5 Tahun 2021.
Selain itu, Peraturan Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nomor 5 Tahun 2025 mengatur pedoman dan tata cara penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko dan fasilitas penanaman modal melalui sistem OSS.
Perusahaan juga perlu memperhatikan regulasi sektoral karena kebutuhan perizinan tidak hanya ditentukan oleh aturan umum, tetapi juga dapat dipengaruhi ketentuan masing-masing sektor.
Untuk memeriksa informasi sistem dan layanan perizinan, perusahaan dapat mengakses Portal Resmi OSS Berbasis Risiko.
Sementara itu, untuk membaca peraturan perundang-undangan, perusahaan dapat menggunakan Database Peraturan BPK sebagai salah satu sumber referensi regulasi.
Checklist Dasar Pengelolaan OSS RBA bagi Perusahaan
Agar pengelolaan perizinan lebih terstruktur, perusahaan dapat menggunakan checklist berikut:
| No. | Komponen | Perlu Dicek |
| 1 | Legalitas badan usaha | ✓ |
| 2 | Data perusahaan | ✓ |
| 3 | NIB | ✓ |
| 4 | KBLI | ✓ |
| 5 | Lokasi kegiatan usaha | ✓ |
| 6 | Tingkat risiko | ✓ |
| 7 | Persyaratan dasar | ✓ |
| 8 | Sertifikat Standar | Sesuai kebutuhan |
| 9 | Perizinan Berusaha | Sesuai kebutuhan |
| 10 | PB UMKU | Sesuai kebutuhan |
| 11 | Persyaratan sektoral | ✓ |
| 12 | Kewajiban pasca-perizinan | ✓ |
| 13 | Monitoring perubahan regulasi | ✓ |
Checklist ini dapat menjadi langkah awal untuk melakukan evaluasi internal.
OSS RBA Bukan Sekadar Sistem Online
Salah satu kesalahpahaman yang perlu dihindari adalah menganggap OSS RBA hanya sebagai website untuk mengurus NIB.
Pada kenyataannya, OSS RBA merupakan bagian dari ekosistem penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko.
Perusahaan perlu memahami tiga aspek sekaligus:
Regulasi → Proses Bisnis → Sistem OSS
Ketiganya saling berhubungan.
Memahami sistem tanpa memahami regulasi dapat menimbulkan kesalahan. Sebaliknya, memahami regulasi tetapi tidak mampu menerapkannya dalam sistem juga dapat menyebabkan proses administrasi tidak berjalan efektif.
Karena itu, kompetensi tim menjadi salah satu faktor penting dalam pengelolaan perizinan perusahaan.
Mengapa Perusahaan Perlu Memperbarui Pengetahuan OSS RBA?
Regulasi perizinan dapat berubah mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah.
Hal ini terlihat dari berlakunya PP Nomor 28 Tahun 2025 yang menggantikan PP Nomor 5 Tahun 2021. Pemerintah juga menerbitkan Permen Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nomor 5 Tahun 2025 sebagai pedoman penyelenggaraan perizinan berbasis risiko melalui OSS.
Artinya, pengetahuan yang diperoleh beberapa tahun lalu belum tentu cukup untuk menangani kebutuhan perizinan perusahaan saat ini.
Tim yang bertanggung jawab terhadap perizinan perlu melakukan pembaruan pengetahuan secara berkala.
Perusahaan juga sebaiknya memiliki mekanisme internal untuk:
- memonitor perubahan regulasi;
- memeriksa perubahan sistem OSS;
- mengevaluasi data perizinan;
- mengidentifikasi izin yang belum terpenuhi;
- memeriksa kewajiban pasca-perizinan;
- mendokumentasikan seluruh legalitas perusahaan.
FAQ Seputar Apa Itu OSS RBA
Apa itu OSS RBA?
OSS RBA adalah sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik yang menerapkan pendekatan berbasis risiko. Tingkat risiko kegiatan usaha menjadi salah satu dasar dalam menentukan jenis perizinan dan kewajiban yang perlu dipenuhi.
Apakah semua perusahaan wajib menggunakan OSS RBA?
Pelaku usaha yang melakukan kegiatan yang termasuk dalam cakupan penyelenggaraan perizinan berusaha perlu mengikuti ketentuan perizinan yang berlaku dan menggunakan sistem OSS sesuai mekanisme yang ditetapkan. Kebutuhan dan proses perizinannya dapat berbeda berdasarkan kegiatan usaha dan sektor.
Apakah memiliki NIB berarti semua izin perusahaan sudah selesai?
Tidak selalu. NIB merupakan identitas pelaku usaha, sedangkan kegiatan tertentu dapat membutuhkan pemenuhan persyaratan, Sertifikat Standar, Perizinan Berusaha, PB UMKU, atau kewajiban lainnya sesuai karakteristik dan tingkat risiko kegiatan usaha.
Mengapa perusahaan perlu mengikuti pelatihan OSS RBA?
Pelatihan membantu tim memahami konsep, regulasi, penggunaan sistem, pemilihan KBLI, tingkat risiko, pemenuhan persyaratan, serta penyelesaian berbagai permasalahan yang dapat muncul dalam proses perizinan.
Kesimpulan
OSS RBA adalah bagian penting dari sistem perizinan berusaha di Indonesia yang menggunakan pendekatan berbasis risiko. Sistem ini membantu pelaku usaha memperoleh legalitas dan memenuhi kewajiban perizinan berdasarkan karakteristik kegiatan usahanya.
Bagi perusahaan, memahami OSS RBA tidak cukup hanya dengan mengetahui cara membuat NIB. Tim perlu memahami keterkaitan antara KBLI, kegiatan usaha, tingkat risiko, persyaratan dasar, NIB, Sertifikat Standar, Perizinan Berusaha, PB UMKU, regulasi sektoral, serta kewajiban setelah perizinan diterbitkan.
Perubahan regulasi juga perlu menjadi perhatian. Saat ini, PP Nomor 28 Tahun 2025 menjadi regulasi utama penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan telah mencabut PP Nomor 5 Tahun 2021.
Dengan pemahaman yang baik, perusahaan dapat mengelola perizinan secara lebih tertib, mengurangi kesalahan administratif, serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi perubahan regulasi dan sistem.
Untuk perusahaan yang ingin meningkatkan kompetensi tim Legal, Compliance, Perizinan, Operasional, maupun manajemen dalam memahami dan mengelola OSS RBA secara praktis, Inhouse Training OSS RBA dapat menjadi pilihan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Tingkatkan kompetensi tim Anda dalam memahami OSS RBA dan perizinan berusaha berbasis risiko.
Hubungi PSKN untuk merancang program Inhouse Training OSS RBA yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.