PELATIHAN PERUSAHAAN

Jadwal Pelatihan OSS RBA Tahun 2026

Perubahan regulasi dan sistem perizinan berusaha membuat perusahaan perlu terus memperbarui pemahaman mengenai OSS RBA (Online Single Submission Risk Based Approach). Pada tahun 2026, pengelolaan perizinan berusaha tidak cukup hanya dengan memahami cara membuat Nomor Induk Berusaha (NIB), tetapi juga perlu memahami hubungan antara kegiatan usaha, KBLI, tingkat risiko, persyaratan dasar, Perizinan Berusaha, serta Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha atau PB UMKU.

Pelatihan OSS RBA menjadi salah satu sarana penting bagi perusahaan yang ingin meningkatkan kompetensi tim dalam mengelola proses perizinan melalui sistem OSS secara lebih terstruktur. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dapat diarahkan untuk memahami alur pengajuan, pemeriksaan data, identifikasi persyaratan, serta berbagai hal yang perlu diperhatikan ketika mengelola kegiatan usaha.

Secara regulasi, penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko saat ini mengacu pada PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, yang berlaku sejak 5 Juni 2025 dan mencabut PP Nomor 5 Tahun 2021. Regulasi tersebut mencakup persyaratan dasar, Perizinan Berusaha, PB UMKU, layanan sistem OSS, pengawasan, evaluasi, penyelesaian hambatan, dan sanksi.

Karena itu, Jadwal Pelatihan OSS RBA Tahun 2026 relevan bagi perusahaan yang ingin memastikan personel yang menangani legalitas dan perizinan memahami perkembangan sistem serta ketentuan yang berlaku.

Mengapa Pelatihan OSS RBA Penting bagi Perusahaan?

OSS RBA dirancang untuk menyelenggarakan perizinan berusaha secara terintegrasi dengan pendekatan berbasis risiko. Dalam sistem tersebut, tingkat risiko kegiatan usaha menjadi salah satu faktor penting yang menentukan jenis Perizinan Berusaha dan kewajiban yang harus dipenuhi.

Portal resmi OSS menjelaskan bahwa sistem OSS berbasis risiko mengelompokkan kegiatan usaha berdasarkan tingkat risiko dan menghubungkannya dengan jenis izin serta kewajiban yang diperlukan.

Bagi perusahaan, pemahaman tersebut penting karena kesalahan pada tahap awal dapat memengaruhi proses berikutnya. Misalnya, pemilihan bidang usaha atau KBLI yang tidak sesuai dengan aktivitas perusahaan dapat menyebabkan data kegiatan usaha tidak menggambarkan kondisi bisnis sebenarnya.

Beberapa alasan perusahaan perlu mengikuti pelatihan OSS RBA antara lain:

  • Memahami konsep perizinan berusaha berbasis risiko.
  • Memahami perubahan regulasi OSS.
  • Meningkatkan kemampuan membaca dan memilih KBLI.
  • Memahami hubungan KBLI dengan tingkat risiko.
  • Memahami persyaratan dasar kegiatan usaha.
  • Memahami proses pengelolaan NIB.
  • Memahami Perizinan Berusaha dan PB UMKU.
  • Mengurangi kesalahan penginputan data.
  • Meningkatkan kemampuan tim legal, compliance, HR, operasional, dan administrasi.
  • Mempermudah koordinasi antara perusahaan dengan pihak terkait.

Pelatihan juga dapat membantu perusahaan membangun standar internal dalam mengelola dokumen dan informasi perizinan.

Apa Itu OSS RBA?

OSS adalah sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik yang digunakan untuk pengelolaan perizinan berusaha di Indonesia. Dalam penerapannya, OSS menggunakan pendekatan berbasis risiko.

Melalui pendekatan tersebut, kegiatan usaha dianalisis berdasarkan risiko. Hasil analisis kemudian berhubungan dengan jenis legalitas dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha.

Dengan demikian, OSS RBA tidak seharusnya dipahami sekadar sebagai website untuk mendapatkan NIB. Sistem ini merupakan bagian dari proses penyelenggaraan perizinan berusaha yang mencakup berbagai tahapan dan persyaratan.

Portal resmi OSS menyediakan layanan untuk mengelola kegiatan usaha, fasilitas, persyaratan dasar, serta perizinan sektoral. Sistem juga menyediakan pencarian informasi KBLI dan informasi terkait kegiatan usaha.

Perubahan Penting yang Perlu Diperhatikan pada OSS RBA Tahun 2026

Salah satu hal penting dalam mengikuti Pelatihan OSS RBA 2026 adalah memahami bahwa regulasi penyelenggaraan perizinan berbasis risiko telah mengalami perubahan.

PP Nomor 28 Tahun 2025 menggantikan PP Nomor 5 Tahun 2021 sebagai dasar penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko. PP tersebut mengatur berbagai aspek, mulai dari persyaratan dasar hingga pengawasan dan sanksi.

Artinya, materi pelatihan tahun 2026 sebaiknya tidak hanya menggunakan referensi lama. Perusahaan perlu memastikan bahwa pemahaman dan prosedur internal telah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian meliputi:

Aspek Hal yang Perlu Dipahami
Regulasi Ketentuan terbaru penyelenggaraan PBBR
KBLI Kesesuaian kode dengan kegiatan usaha
Risiko Penentuan tingkat risiko kegiatan
NIB Fungsi dan pengelolaan NIB
Persyaratan dasar Ketentuan yang harus dipenuhi sebelum proses tertentu
PB Perizinan Berusaha sesuai kegiatan
PB UMKU Perizinan penunjang kegiatan usaha
Data perusahaan Konsistensi data legal dan operasional
Pengawasan Kewajiban perusahaan setelah memperoleh perizinan

Jadwal Pelatihan OSS RBA Tahun 2026

Jadwal pelatihan OSS RBA dapat diselenggarakan dalam format public training, inhouse training, workshop, maupun pendampingan perusahaan.

Untuk perusahaan yang memiliki kebutuhan khusus, format inhouse training dapat menjadi pilihan karena materi dapat diarahkan pada karakteristik kegiatan usaha, kebutuhan unit kerja, serta permasalahan perizinan yang dihadapi perusahaan.

Secara umum, agenda pelatihan dapat disusun sebagai berikut:

Sesi Materi Utama
Sesi 1 Kebijakan dan regulasi OSS RBA
Sesi 2 Konsep perizinan berusaha berbasis risiko
Sesi 3 Identifikasi kegiatan usaha dan KBLI
Sesi 4 Penentuan dan pemahaman tingkat risiko
Sesi 5 Persyaratan dasar
Sesi 6 Pengelolaan NIB
Sesi 7 Perizinan Berusaha
Sesi 8 PB UMKU
Sesi 9 Praktik pengelolaan data pada OSS
Sesi 10 Studi kasus dan penyelesaian permasalahan

Perusahaan dapat memilih format pelatihan berdasarkan jumlah peserta dan kebutuhan pembelajaran.

Materi Pelatihan OSS RBA 2026

Materi Pelatihan OSS RBA 2026 idealnya disusun secara bertahap dari konsep dasar hingga praktik.

1. Kebijakan dan Regulasi Perizinan Berusaha

Peserta diperkenalkan dengan kerangka regulasi penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko. Materi ini penting agar peserta memahami dasar hukum dari proses yang dilakukan dalam OSS.

Salah satu regulasi utama yang perlu dipahami adalah PP Nomor 28 Tahun 2025. Regulasi tersebut secara khusus mengatur penyelenggaraan PBBR dan menggantikan PP Nomor 5 Tahun 2021.

Peserta juga perlu memahami bahwa regulasi sektoral dapat memiliki ketentuan tersendiri sesuai karakteristik bidang usaha.

2. Pemahaman KBLI

KBLI menjadi bagian penting dalam pengelolaan kegiatan usaha. Pemilihan KBLI perlu memperhatikan kesesuaian antara kode yang dipilih dengan aktivitas bisnis yang sebenarnya dilakukan perusahaan.

Portal OSS menyediakan fasilitas pencarian KBLI berdasarkan kode, judul, atau uraian kegiatan.

Dalam pelatihan, peserta dapat mempelajari cara membaca uraian KBLI, ruang lingkup kegiatan, tingkat risiko, serta perizinan yang terkait.

3. Analisis Risiko Kegiatan Usaha

Pendekatan berbasis risiko merupakan karakter utama OSS RBA.

Peserta perlu memahami bahwa tingkat risiko berhubungan dengan jenis perizinan dan kewajiban yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, analisis kegiatan usaha tidak dapat dipisahkan dari proses pengelolaan perizinan.

4. Persyaratan Dasar

Persyaratan dasar merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan sebelum perusahaan melanjutkan proses tertentu dalam OSS.

Dalam panduan OSS yang mengikuti PP Nomor 28 Tahun 2025, terdapat kondisi dan dokumen yang perlu diperhatikan dalam pengajuan perizinan, termasuk aspek lokasi kegiatan usaha.

Karena setiap kegiatan usaha dapat memiliki karakteristik berbeda, peserta perlu belajar membaca persyaratan yang muncul pada sistem dan menghubungkannya dengan kondisi usaha.

5. Pengelolaan NIB

NIB merupakan salah satu produk penting dalam sistem OSS.

Pelatihan tidak hanya membahas cara memperoleh NIB, tetapi juga bagaimana memahami informasi yang terdapat di dalamnya dan menjaga kesesuaian data dengan kondisi perusahaan.

6. Perizinan Berusaha

Setelah memahami kegiatan usaha, KBLI, tingkat risiko, dan persyaratan dasar, peserta perlu memahami jenis Perizinan Berusaha yang relevan.

Tujuannya adalah agar perusahaan tidak berhenti pada kepemilikan NIB, tetapi memahami kewajiban perizinan sesuai aktivitas yang dijalankan.

7. PB UMKU

Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha atau PB UMKU merupakan bagian yang juga perlu diperhatikan.

Kebutuhan PB UMKU dapat berbeda antara satu kegiatan usaha dengan kegiatan lainnya. Karena itu, pelatihan perlu memberikan pemahaman bagaimana peserta mengidentifikasi kebutuhan tersebut melalui sistem OSS.

8. Praktik dan Studi Kasus

Metode praktik sangat penting dalam pelatihan OSS RBA.

Peserta dapat diberikan contoh kasus mulai dari identifikasi kegiatan usaha, pemilihan KBLI, pengisian data, pemeriksaan persyaratan, sampai identifikasi dokumen yang diperlukan.

Dengan metode tersebut, peserta tidak hanya menghafal tahapan, tetapi memahami logika prosesnya.

Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan OSS RBA?

Pelatihan OSS RBA tidak hanya ditujukan bagi staf legal perusahaan.

Program ini dapat memberikan manfaat bagi berbagai unit kerja yang berhubungan dengan legalitas, operasional, investasi, compliance, dan administrasi perusahaan.

Target peserta antara lain:

  • Direktur dan manajemen perusahaan.
  • Legal dan corporate secretary.
  • Compliance officer.
  • Staf perizinan.
  • Staf administrasi perusahaan.
  • Tim operasional.
  • Tim investasi.
  • Tim pengembangan usaha.
  • Konsultan perusahaan.
  • Staf yang menangani OSS.
  • Personel yang bertanggung jawab terhadap dokumen legal perusahaan.

Untuk perusahaan dengan banyak kegiatan usaha, pelatihan lintas unit juga dapat membantu menyamakan pemahaman antarbagian.

Manfaat Inhouse Training OSS RBA bagi Perusahaan

Perusahaan yang memiliki kebutuhan spesifik dapat memilih format inhouse training.

Melalui Inhouse Training OSS RBA: Pelatihan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko untuk Perusahaanpembelajaran dapat diarahkan agar lebih relevan dengan kebutuhan internal perusahaan.

Beberapa manfaat inhouse training antara lain:

  1. Materi dapat disesuaikan dengan karakteristik perusahaan.
  2. Peserta berasal dari tim internal yang memiliki kebutuhan serupa.
  3. Studi kasus dapat menggunakan konteks kegiatan perusahaan.
  4. Diskusi dapat lebih fokus pada masalah yang dihadapi.
  5. Perusahaan dapat menyusun standar kerja internal.
  6. Koordinasi antara legal, operasional, compliance, dan manajemen dapat diperkuat.

Format ini juga cocok bagi perusahaan yang ingin memberikan pelatihan kepada beberapa unit kerja sekaligus.

Persiapan Sebelum Mengikuti Pelatihan OSS RBA

Agar pelatihan lebih efektif, peserta sebaiknya mempersiapkan informasi dan dokumen yang relevan.

Contohnya:

  • Profil perusahaan.
  • Data kegiatan usaha.
  • Daftar KBLI yang digunakan.
  • Data lokasi usaha.
  • Data NIB.
  • Data perizinan yang telah dimiliki.
  • Dokumen pendukung yang relevan.
  • Daftar kendala OSS yang pernah ditemukan.
  • Pertanyaan dari unit legal atau compliance.

Tidak semua dokumen perusahaan harus dibawa atau dibagikan dalam forum pelatihan. Perusahaan tetap perlu memperhatikan keamanan dan kerahasiaan data.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pengelolaan OSS

Pengelolaan OSS membutuhkan ketelitian. Kesalahan yang tampak sederhana dapat menimbulkan masalah pada tahapan berikutnya.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah:

Salah Memilih KBLI

Pemilihan KBLI hanya berdasarkan nama yang terlihat paling mirip dapat menimbulkan ketidaksesuaian dengan kegiatan usaha sebenarnya.

Data Perusahaan Tidak Konsisten

Data legal, kegiatan usaha, lokasi, dan dokumen pendukung perlu diperiksa agar konsisten.

Menganggap NIB Sebagai Satu-Satunya Perizinan

NIB merupakan bagian penting dari legalitas usaha, tetapi kebutuhan perizinan lainnya bergantung pada kegiatan dan tingkat risiko.

Tidak Memeriksa Persyaratan Dasar

Kegiatan tertentu memiliki persyaratan dasar yang perlu dipenuhi. Peserta perlu memahami status dan dokumen yang diperlukan pada sistem.

Tidak Mengikuti Perubahan Regulasi

Menggunakan prosedur lama tanpa memeriksa ketentuan terbaru dapat menyebabkan proses administrasi tidak lagi sesuai.

Cara Memilih Pelatihan OSS RBA yang Tepat

Tidak semua program pelatihan memiliki pendekatan yang sama. Perusahaan sebaiknya memilih pelatihan yang memberikan kombinasi antara regulasi, pemahaman sistem, praktik, dan studi kasus.

Beberapa indikator yang dapat digunakan:

Kriteria Yang Perlu Diperhatikan
Materi Mengikuti regulasi terbaru
Praktik Ada simulasi atau latihan
Studi kasus Relevan dengan dunia usaha
Narasumber Memahami OSS dan perizinan
Peserta Sesuai kebutuhan perusahaan
Metode Interaktif dan aplikatif
Output Peserta memahami alur kerja OSS
Pendampingan Tersedia ruang konsultasi atau diskusi

Perusahaan juga sebaiknya menanyakan apakah materi pelatihan telah menyesuaikan perkembangan sistem OSS dan regulasi terbaru.

Referensi Resmi OSS RBA Tahun 2026

Peserta pelatihan sebaiknya menggunakan sumber resmi sebagai rujukan utama.

Portal resmi OSS: OSS Berbasis Risiko – oss.go.id

Portal tersebut menyediakan informasi mengenai sistem OSS, NIB, kegiatan usaha, KBLI, regulasi, panduan, serta berbagai layanan terkait perizinan berusaha.

Untuk membaca regulasi utama yang berlaku, perusahaan juga dapat merujuk pada PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko melalui database peraturan pemerintah. PP Nomor 28 Tahun 2025 – Database Peraturan BPK

Penggunaan sumber resmi penting karena prosedur dan ketentuan OSS dapat berkembang mengikuti perubahan kebijakan pemerintah.

Mengapa Jadwal Pelatihan OSS RBA 2026 Perlu Direncanakan?

Pelatihan sebaiknya tidak dipandang hanya sebagai kegiatan satu kali. Bagi perusahaan dengan aktivitas usaha yang kompleks, kompetensi pengelolaan perizinan perlu diperbarui secara berkala.

Perubahan regulasi, pembaruan sistem, penambahan kegiatan usaha, ekspansi lokasi, maupun perubahan data perusahaan dapat memunculkan kebutuhan baru.

Dengan menjadwalkan pelatihan secara terencana, perusahaan dapat:

  • Meningkatkan kompetensi personel.
  • Mengurangi ketergantungan pada satu staf.
  • Menyiapkan personel pengganti.
  • Meningkatkan kontrol dokumen.
  • Memperbaiki koordinasi internal.
  • Mengurangi kesalahan administrasi.
  • Mempercepat identifikasi masalah.
  • Meningkatkan kepatuhan perusahaan.

Pilihan Format Pelatihan OSS RBA 2026

Program dapat dikembangkan dalam beberapa format sesuai kebutuhan.

Pelatihan Reguler

Cocok untuk peserta individu atau perusahaan yang ingin mengikutsertakan beberapa personel pada jadwal yang telah tersedia.

Inhouse Training

Cocok bagi perusahaan yang ingin menyelenggarakan pelatihan khusus untuk tim internal.

Workshop OSS RBA

Lebih menitikberatkan pada praktik, pembahasan kasus, dan penyelesaian permasalahan tertentu.

Pelatihan dan Pendampingan

Dapat dikombinasikan dengan konsultasi agar peserta memiliki kesempatan membahas permasalahan yang lebih spesifik.

FAQ Jadwal Pelatihan OSS RBA Tahun 2026

Apa itu Pelatihan OSS RBA?

Pelatihan OSS RBA adalah program pembelajaran mengenai sistem perizinan berusaha berbasis risiko, termasuk pemahaman KBLI, tingkat risiko, NIB, persyaratan dasar, Perizinan Berusaha, PB UMKU, dan pengelolaan data dalam sistem OSS.

Siapa yang cocok mengikuti Pelatihan OSS RBA 2026?

Program ini cocok untuk pimpinan perusahaan, staf legal, compliance, perizinan, administrasi, operasional, investasi, corporate secretary, konsultan, maupun personel lain yang menangani legalitas dan perizinan perusahaan.

Apakah Pelatihan OSS RBA hanya membahas pembuatan NIB?

Tidak. Pembahasan dapat mencakup keseluruhan proses perizinan berbasis risiko, mulai dari identifikasi kegiatan usaha dan KBLI, pemahaman risiko, persyaratan dasar, NIB, Perizinan Berusaha, PB UMKU, hingga praktik dan studi kasus.

Mengapa perusahaan perlu mengikuti pelatihan OSS RBA pada tahun 2026?

Karena kerangka regulasi penyelenggaraan perizinan berbasis risiko telah diperbarui melalui PP Nomor 28 Tahun 2025 yang menggantikan PP Nomor 5 Tahun 2021. Perusahaan perlu memastikan personelnya memahami ketentuan dan proses yang berlaku.

Kesimpulan

Jadwal Pelatihan OSS RBA Tahun 2026 menjadi bagian penting dari upaya perusahaan meningkatkan kompetensi pengelolaan perizinan berusaha. OSS RBA bukan hanya tentang mendapatkan NIB, tetapi mencakup proses yang lebih luas mulai dari identifikasi kegiatan usaha, pemilihan KBLI, penentuan risiko, pemenuhan persyaratan dasar, Perizinan Berusaha, PB UMKU, hingga pengawasan dan kepatuhan.

Dengan adanya perubahan kerangka regulasi melalui PP Nomor 28 Tahun 2025, perusahaan perlu memastikan bahwa personel yang bertanggung jawab terhadap perizinan tidak hanya mengandalkan pemahaman dari prosedur lama.

Pelatihan yang dirancang secara praktis dapat membantu peserta memahami hubungan antara regulasi dan penerapannya dalam sistem OSS. Sementara itu, inhouse training memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perusahaan untuk membahas kegiatan usaha, kendala, serta kebutuhan internal secara lebih terarah.

Bagi perusahaan yang ingin meningkatkan kompetensi tim legal, compliance, perizinan, maupun operasional, pelatihan OSS RBA dapat menjadi investasi kompetensi yang mendukung pengelolaan legalitas usaha secara lebih tertib, efektif, dan sesuai perkembangan regulasi.

Siapkan tim perusahaan Anda untuk menghadapi perkembangan OSS RBA 2026.

Tingkatkan kompetensi. Pahami regulasi. Kelola perizinan lebih tepat.

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi jadwal, materi, dan program Inhouse Training OSS RBA untuk perusahaan Anda.

author-avatar

About PSKN

PUSAT PENGEMBANGAN SDM DAN TEKNOLOGI INFORMASI ( TI ) TERBAIK YANG TERLETAK DI KOTA JAKARTA PUSAT

Tinggalkan Balasan